Tolong tandai kalo ada typo ditengah perjalanan😅
Happy reading~~
🦕🦕🦕
Sore itu Sunoo menarik truk pasirnya yang diikat dengan tali panjang menuju taman. Bocil itu sudah janjian dengan teman-temannya untuk main bersama disana.
Dari kejauhan, Sunoo dapat mendengar suara asing yang baru pertama kali dia dengar.
Tek etek etek etek etek etek etek
"Apa itu?" Tanya Sunoo pada diri sendiri. Langkahnya mendekati Beomgyu yang sedang menggerakkan sebuah mainan di tangannya.
"Bocil lato-lato nih bos! Senggol dong." Seru Beomgyu dengan bangga.
"Woah kak Beomgu main apa?" Tanya Sunoo penasaran. Truk yang ia bawa sudah terlepas dari genggaman, beralih di ambil Dongpyo yang kini sudah mulai mengisi pasir ke dalam bak truk.
"Ini namanya mainan lato-lato, Cil. Lagi viral tau!" Jawab Beomgyu.
"Vilal? Tapi kok aku gak tau?"
"Kamu mainnya kurang jauh. Dongpyo aja tau. Iya, kan?" Beomgyu menoleh menatap bocah yang sedang asik bermain pasir, "Kamu udah tau mainan ini kan Dongpyo?"
"Hu um!" Jawab Dongpyo singkat, terlalu asik dengan dunianya sendiri. "Ini masih lahasia sih, tapi nanti lomba 17-an ada lomba lato-lato."
"Benelan? Kamu bohong gak? Dongpyo mah suka bohong." Tuding Sunoo. Dia tuh sudah sering jadi korban kejahilan Dongpyo, makanya sekarang was-was dengar berita hot news dari temannya itu.
"Dualius deh aku. Benelan ini aku dengel dali kakak aku."
Sunoo mengangguk percaya, lalu atensinya kembali teralih pada Beomgyu lagi.
"Punya kak Beomgu walna hijau. Nanti aku kalo beli, cali walna lain aja."
"Punya temenku warna biru sama merah. Ada juga hijau sama biru." Ucap Beomgyu yang membuat senyum Sunoo merekah.
"Aku boleh pinjam itu kak? Nanti kakak boleh pinjam mainanku yang lain." Pinta Sunoo.
"Boleh. Tapi ini susah banget mainnya. Kalo gak hati-hati nanti tangan kamu sakit."
Beomgyu membantu Sunoo meletakkan lato-lato yang pas di antara jari mungil bocil itu. "Gerakin pelan-pelan. Buat dua bolanya tabrakan."
Sunoo dengan serius mencoba menggerakkan tangannya perlahan, dan Beomgyu dengan sabar mengajarkan Sunoo. Waktu berlalu cepat dan tanpa sadar matahari sudah hampir tenggelam sempurna. Sunghoon yang baru pulang menghentikan mobilnya ketika melihat sang putra masih asik bermain di taman komplek.
"Sunoo, ayo pulang."
Mendengar panggilan sang Papa, Sunoo segera berpamitan pada Dongpyo dan Beomgyu lalu berjalan dengan menyeret truknya mendekati mobil Sunghoon.
"Kok jam segini masih main?" Tanya Sunghoon setelah Sunoo duduk di sampingnya. Truknya ia pangku, membuat sedikit pasir mengotori celananya.
"Papa, kata Dongpyo nanti 17 Agustus mau ada lomba lato-lato. Kak Beomgu juga sudah hebat main lato-lato. Ayo beliin Sunoo, yang walna bilu sama melah ya?"
Sunghoon mengernyitkan kening tak paham. Meski begitu ia tetap bertanya, "Beli dimana?"
"Ya Sunoo gak tau? Di mini malket kali."
"Ya udah nanti Papa cariin. Sekarang harus pulang dulu, kamu abis main pasir. Harus cepat mandi."
🦕 🦕 🦕
KAMU SEDANG MEMBACA
PAPA HUG ME
Fanfiction"Pa, yayam hacil metalmolpocic na dinocaculuc?" Park Sunghoon harus menyesuaikan diri dengan kedatangan si kecil Sunoo yang tiba-tiba. Rumah yang biasanya hanya terisi ketenangan, menjadi ramai dengan celotehan penasaran anak berusia tiga tahun itu...
