Tolong tandai kalo ada typo ditengah perjalanan😅
Happy reading~~
🦕🦕🦕
Sunghoon bergeming di tempat setelah membaca surat dari Sihwa itu. Ia masih sulit menerima kebenaran yang secara tiba-tiba ia terima hari ini.
"Jadi wanita itu..."
"Kak Sihwa-- dia bahkan gak pernah sekalipun bahagia setelah malam itu terjadi." Aehwa menatap tepat mata Sunghoon yang kini terlihat bingung.
"Dia dihantui perasaan bersalah, dan juga takut. Dia akan melahirkan bayinya tanpa seorang ayah. Bagaimana kalau bayinya mengalami kesulitan karena cemooh dari orang-orang? Tapi dia tidak mungkin membunuh janin kecil yang tidak bersalah sama sekali."
"Sunghoon, kalau kamu gak bisa nerima Sunoo, biar mama yang urus dia. Kamu bisa anggap dia gak pernah hadir, dan bebas berhubungan sama wanita manapun."
Sunghoon beralih menatap Ny. Park, lalu menggeleng lemah. "Aku gak tau..."
Aehwa memejamkan matanya. Kepalanya berdenyut mendengar jawaban yang memang sudah bisa diperkirakan olehnya sejak lama. "Kalau begitu, saya akan bawa Sunoo kembali--"
"Sunoo cucu saya. Saya lebih berhak untuk menjadi walinya setelah ayahnya. Rapihkan barang-barang Sunoo sekarang. Saya akan bawa Sunoo ke rumah saya." Ucap Ny. Park tegas. Ia melirik sang putra yang tetap diam meski wajahnya terlihat sedikit panik.
"Baik nyonya. Saya akan siapkan sekarang." Balas Aehwa. Ia lekas menghampiri Sunoo yang tengah bermain dengan singa di halaman samping.
"Sunoo!"
"Cuctel Wa! Cudah celecai omongna? Cunu mu temu papa."
"Sunoo, dengerin suster. Papa Sunoo mau pergi kerja yang jauh, jadi kita harus ke rumah Grandma dulu untuk sementara waktu."
"Kelja jauh?" Tanya Sunoo dengan wajah sedih. "Ndak temu papa? Nanti Cunu lindu."
"Kan ada Grandma." Aehwa menggendong Sunoo untuk dibawa masuk ke dalam. "Oh iya mulai sekarang, Sunoo bisa panggil tante lagi."
Mata Sunoo berbinar mendengar itu. "Benelan? Ndak panggil cuctel Wa agi?"
"Iya."
"Hoyee!! Cunu cuka tante. Cuctel cucah omongna."
Aehwa tertawa kecil. Teringat ketika Ny. Park meminta Sunoo untuk merubah panggilan pada dirinya pertama kali. Hal itu dilakukan untuk menghindari Sunghoon bertanya hal yang masih perlu diselidiki oleh Ny. Park sendiri. Karena kalau Sunoo memanggilnya dengan sebutan tante, Sunghoon pasti akan tahu kalau Aehwa sudah sangat dekat dengan Sunoo.
Mau bagaimanapun, kedatangan dirinya dan Sunoo secara tiba-tiba ke rumah besar keluarga Park tentu saja akan dianggap mencurigakan. Jadi untuk menghilangkan kecurigaan itu, Aehwa hanya bisa menuruti syarat Ny. Park untuk menyembunyikan identitasnya kalau mau mempertemukan Sunoo dengan Sunghoon.
Dan yang paling kesulitan saat itu adalah Sunoo. Batita yang cadel huruf S itu banyak mengeluh tidak mau karena susah menyebutnya.
"Cemua baju Cunu dimacukin tac? Kita peygi yama?" Heran Sunoo saat melihat lemari bajunya dikosongkan, tanpa meninggalkan apapun.
'Karena mungkin kita gak akan kembali ke rumah ini lagi.'
Aehwa tersenyum, "Sedikit lama? Soalnya papa Sunoo kerjanya jaauuuh~ banget."
"Yah..." Sunoo menunduk, mengayunkan kakinya yang tergantung di pinggir kasur.
"Selesai. Ayo kita turun ke bawah. Sunoo mau pamitan dulu sama papa, kan?"
KAMU SEDANG MEMBACA
PAPA HUG ME
Fanfiction"Pa, yayam hacil metalmolpocic na dinocaculuc?" Park Sunghoon harus menyesuaikan diri dengan kedatangan si kecil Sunoo yang tiba-tiba. Rumah yang biasanya hanya terisi ketenangan, menjadi ramai dengan celotehan penasaran anak berusia tiga tahun itu...
