Happy reading💆
"Alex pulang."
"Oh," sahut Hans—papa dari seorang Alex.
Tanpa aba-aba, Alex melemparkan pisau lipatnya kepada sang papa. Dengan gesit, Hans menghindar dari lemparan pisau itu. Hans pun terkekeh meremehkan. "Meleset boy." Alex yang mendengarnya pun berdecak kesal, dan segera menghampiri bundanya.
Selin yang melihatnya pun hanya menggelengkan kepalanya, sudah biasa melihat yang seperti itu, bahkan lebih. "Makan dulu sayang."
"Hm,"
"Alex masih sering bolos ya?" Alex mengangguk santai.
"Alex tau nggak, wali kelas Alex sering telfon bunda. Belakangan ini, nilai Alex menurun drastis, pr gak pernah dikerjakan, dan satu lagi, Alex sering bolos."
"Hm, nanti Alex perbaiki nilainya," Hanya kata itu saja yang dilontarkan oleh cowok itu.
"Dasar berandalan," Hans berujar sinis.
"Pa..." Selin menegur Hans dengan nada lirih, namun suaminya itu tidak menghiraukan tegurannya.
Mata tajam Hans kini menatap Alex penuh intimidasi. "Ngapain aja kamu belakangan ini. Sampek berani bolos, dan ninggalin mata pelajaran?"
"Pengen aja. Lagian Alex udah pinter," balasnya.
"Pinter darimana?! Nilai kamu aja turun drastis!"
"Kayak papa gak pernah bolos aja waktu sekolah," Perkataan Alex mampu membuat Hans bungkam.
Sial! Bocah kencur berani-beraninya ngelawan saya!
Hans memejamkan matanya kuat, lalu mengambil nafas dalam-dalam. "Batalin semua janji kamu, nanti ikut papa!" ucap Hans tegas
Alex menaikkan sebelah alisnya. "Kemana?"
"Nanti juga tau sendiri."
"Bunda ikut?" Alex menatap bunda nya itu
"Iya, bunda ikut," sahut Selin
Alex kembali mengangguk dan cepat menghabiskan makanannya. "Pelan pelan sayang, nanti keselek," Selin menatap anaknya itu, dan hanya bisa menggelengkan kepalanya.
Lima belas menit berlalu, dan akhirnya mereka pun berangkat ke suatu tempat, yang menjadi tujuan mereka sekarang. Entah dimana itu, Alex tidak tau, hanya papa nya yang tau.
Beberapa menit perjalanan, mereka pun sampai disebuah mansion.
Tin! Tin!
Pintu gerbang yang menjulang tinggi itu pun, dibuka oleh satpam yang bertugas untuk menjaga. "Udah sampai. Turun!" Alex memilih diam dan tidak banyak bertanya, karena dia malas berbicara.
Bel dipencet, tidak menunggu lama pintu terbuka dan menunjukkan wajah wanita paruh baya yang masih terlihat muda. "Eh, kalian? Tumben, ada apa?"
"Ekhem, gak ditawarin masuk nih?" celetuk Hans.
Wanita paruh baya itu pun terkekeh lalu mempersilahkan mereka masuk.
"Zeline, bagaimana kabar mu dan suamimu?"
"Kami berdua baik. Oh iya, tumben sekali kalian mengunjungi ku, biasanya aku yang selalu mengunjungi kalian dulu," ucapnya meledek.
Memang mereka berdua sahabat waktu SMA, apalagi nama panggilan mereka terlihat hampir sama. Hanya beda pelafalannya saja.
Selin terkekeh. "Kami ingin menemui putrimu?"
"Putriku? Kenapa?"
"Panggil saja putrimu itu." Alex sedari tadi hanya menatap tanpa minat pada percakapan mereka. Apa maksudnya? Apakah dia akan dijodohkan? Ck! Jika benar dia akan dijodohkan, dia akan menolak keras hal itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
About Friends (Hiatus)
RandomDendam? Keempat gadis yang masih menduduki bangku SMA ini akan melakukannya. Membalas orang-orang yang telah menanamkan penderitaan di masa lalu. Bagaimana jika orang itu balik menyukainya? Akankah mereka bisa membalaskan dendam mereka, setelah takd...
