14. Keep Forgetting

44 9 0
                                        

Happy reading💆

Elin membawa pesanannya beserta pesanan tiga sahabatnya dengan dibantu mbok Asih. "Makasih mbok," Mbok Asih mengangguk, lalu segera pamit untuk kembali ke stand nya.

"Noh, gue bayarin. Thanks ya, tadi malem kalian udah buat gue tidur."

Ketiganya terkekeh. "Ck, kayak sama siapa aja Lin," balas Farid

Imel menyengir lalu mencomot jatahnya. "Ini buat gue kan?" Setelahnya dia menyedot Indomilk kesayangannya.

"Dasar gak tau diri," cerca Asya, dengan tangan yang mengambil bakso.

"Yeee, lo juga noh gak tau diri."

Setelah itu hening, tak ada yang berbicara, hanya suara dentingan sendok, dan suara seruputan yang terdengar.

Sampai elin angkat bicara. "Menurut kalian, siapa yang chat dan lempar batu ke kaca kamar gue?"

Asya menatap Elin serius. "Anya bukan sih? Dia kayak gak suka gitu lo pacaran sama Kelvin."

"Gak boleh suudzon," tegur Imel

"Tapi siapa lagi kalo bukan si pick me. Lagian tampangnya minta dituduh terus," Farid memakan nasi goreng dihadapannya.

"Bener juga sih, tampangnya dia tuh kriminal banget," balas Elin, lalu tertawa kecil.

Tak lama setelah itu, pekikan saling bersahutan, membuat empat gadis itu menoleh.

Devan, Alex, Deran, dan juga Gio. Keempat cowok itu memang mampu membuat kaum hawa menjerit tidak jelas.

Alex menyapu pandangannya, dan kini mata legamnya bertemu dengan mata coklat Imel. Buru-buru cewek itu memutus pandangannya.

Tanpa sepengetahuan tiga sahabatnya, ternyata Alex membawa buku dibalik jaket yang dia pakai. "Kesana?" tawar Alex.

"Ceilah, modus lo ketahuan Lex. Gue tau lo juga mau kesana," Deran menyenggol Devan, membuat cowok itu memutar bola matanya malas.

"Gue mau ke toilet,"

"Tapi balik lagi kan?" tanya Deran

Gio melirik Devan dan Alex, lalu mengangguk tipis.

Setelah Gio pergi, ketiga cowok itu menghampiri empat cewek yang kini sedang bergibah ria di bangku pojok kantin.

"Gibahin paan nieh?" Deran mencomot risol milik Elin

"Anjir, gue cepuin Kelvin, ketemu martin lo!"

"Baperan amat neng, gue cuma minta satu biji doang, pelit bat dah jadi cewek."

"Emang. Kita itu mayoritas kepelitan, tapi khusus orang brengsek doang."

Alex dan Devan duduk. "Udah dari tadi?" tanya Alex, sedangkan Imel hanya mengangguk.

Alih-alih Alex, Devan malah memandangi Asya yang makan dengan lahap. "Apa?!" tanya Asya sewot.

"Lo kesiksa?" tanya Devan tiba-tiba

"Random banget lo Van, yakali kesiksa, dia kan belum masuk neraka," ceplos Deran

About Friends (Hiatus)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang