Haloooooo para readers and siders sekalian yang sangt ku rindukan, wleeek, terlalu dramatis😵
Baiklah, ini aing udh apdet lgi setelah sekian lama, huhu😭
Pr aing bnyk guys, maklumi oke?!
Jugaaaaa bumbu mager yang menggebu-gebu menyerang tubuh aing, jadi kayak... males nulis aja gitu😔
Trlalu jujur gpp kali ya😄
BTW JANGAN LUPA VOTE GUYSSS, KARENA SATU VOTE KALIAN BERHARGA BNGT BAGI UTOR YANG MAGERAN INII!
DAH LAH SKIP, LANGSUNG BACA AJA!
〜(꒪꒳꒪)〜
Happy reading💆
Devian meneguk ludahnya. "Gue anterin—"
"Anterin gue ketemu kakek mau gak?" Matanya memancarkan keputusasaan, sungguh Devian tidak suka dengan tatapan itu.
Cewek itu terkekeh pelan. "Bercanda. Udah, gue bisa sendiri, lo mending jagain ayah sama bunda aja."
Dengan langkah pelan, gadis itu mundur. "Gue pergi, tetep di pendirian lo buat benci gue, jangan pernah nyesel."
Ingin angkat bicara, namun gadis itu sudah pergi, pergi dari hidupnya. Sungguh, apakah yang dia katakan tadi benar-benar menyakiti hati gadis itu?
"Mel..." Devian menundukkan kepalanya, menangis dalam diam.
Penyuka Indomilk telah pergi dari sumber lukanya, meninggalkan bekas yang semakin menganga.
〜(꒪꒳꒪)〜
"Yeuh si anying, rame banget ni warung sate, keburu ngambek si Baginda ratu."
Deran menghela nafas, lalu pandangannya mengedar. Tanpa sengaja Deran melihat Imel yang tampak kacau. Ada apa dengan gadis itu?
Tanpa sadar, Imel melangkahkan kakinya menuju tempat Deran berada, membuat Deran dengan mudah menggapai tangan gadis itu. "Kenapa lo?" tanya Deran langsung.
"Hm? Eh Deran, ngapain?"
"Lo yang ngapain malem-malem keluyuran, mau gue aduin Alex?"
Imel tak menjawab, lalu melirik warung sate itu. "Gue mau beli sate."
"Oooh beli sate, sama sih, tapi antri dulu, gue udah satu abad disini."
"Terserah," jawab Imel.
Imel duduk lesehan di pinggir trotoar, diikuti oleh Deran. "Lo ada masalah?" tanya Deran
"Menurut lo kita hidup di dunia tanpa ada masalah?" Imel malah balik bertanya.
"Ya pasti ada lah."
"Terus kenapa masih tanya?"
Deran menggaruk kepalanya bingung. "Yaudah deh terserah."
Lama terdiam, ponsel Imel bergetar menandakan ada yang meneleponnya.
"Dimana?" tanya seseorang diseberang sana, dengan nada datarnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
About Friends (Hiatus)
SonstigesDendam? Keempat gadis yang masih menduduki bangku SMA ini akan melakukannya. Membalas orang-orang yang telah menanamkan penderitaan di masa lalu. Bagaimana jika orang itu balik menyukainya? Akankah mereka bisa membalaskan dendam mereka, setelah takd...
