Happy reading💆
"Kita ke mana?" tanya Imel, seperti yang sudah dijanjikan, cewek itu kini telah bersama Alex.
"Naik aja dulu," papar Alex
"Awas aja dia lecet, gue bantai lo!" peringat Farid.
Alex menatap mantan crush nya itu dengan ekspresi datar. "Naik!" titahnya lagi pada Imel.
Ketiga sahabat penyuka Indomilk itu berdecih kompak.
Dengan tangan melambai-lambai, Imel berkata, "Jangan khawatir, gue bakalan baik-baik aja." Alex merasa tertohok mendengarnya.
Hah! Jika mengingat kejadian 3 tahun lalu, sungguh perilakunya begitu menjijikan. Dia benci dirinya yang dulu, dia benci dirinya yang dengan teganya mencelakai gadis di boncengannya ini.
Setelah sedikit kendala, akhirnya mereka pun tancap gas menuju lokasi.
Beberapa menit mengendarai kuda besi itu, mereka pun akhirnya sampai.
Alex berdecak lirih, mata para lelaki yang ada seberang sana tak berhenti menatap gadis disampingnya ini. Haruskah dia menembak mata mereka?
"Lex, ayo!" Suara menginterupsi itu membuat Alex kembali tersadar, dan kini tangan mereka bertaut. Berbeda dengan Imel yang tenang tanpa beban, Alex malah menatap tangan mereka yang bertautan dengan debar hebat pada jantungnya.
Mereka pun duduk di meja pojok, memulai pembelajaran dengan tenang dan damai. Sampai saat Imel tengah menjelaskan poin penting dalam pembelajaran kali ini, satu gadis duduk pada salah satu kursi disana.
"Hai, kalian lagi belajar? Aku ganggu gak?"
Imel tak menjawab, dan sedikit melirik Alex yang sudah mengetatkan rahangnya. "Ganggu," sarkas Alex
Gadis manis itu menampilkan wajah sedih. "Emang iya? Padahal aku juga mau ikutan belajar."
"Lanjut!" titah Alex
Imel yang mode bodoamat pun segera melanjutkannya. Berbeda dengan dua sejoli yang tengah menyelami setiap rumus yang ada, Anya malah asik menatap Alex.
Sekian menit telah berlalu, dan akhirnya mereka memutuskan untuk memesan makanan dan minuman lagi. "Mau apa?" tanya Alex
Ingin angkat bicara, namun Anya menyerobot. "Aku mau ramen," ujar Anya
Alex melirik sinis, lalu kembali menatap Imel. "Kayak yang lo pesen aja deh," ujar nya, membuat Alex mengangguk.
Anya terlihat mengepalkan tangannya. Dia benci melihat Imel diperhatikan lebih baik darinya, dia juga mau! Memang apa bagusnya gadis itu?!
"Kenapa lo?" tanya Imel datar
Anya tersenyum manis, pintar sekali gadis itu memainkan ekspresi nya. "Gak pa-pa, cuma nanti aku bingung mau pulang sama siapa."
Imel mengangguk saja. Dalam hati dia tertawa sinis, cewek ini pikir Imel tidak tau rencananya?
Anya beralih menatap Alex yang fokus pada ponselnya. "Lex, nanti aku pulang sama kamu ya? Aku gak tau mau pulang sama siapa," Cewek itu menunduk dalam.
KAMU SEDANG MEMBACA
About Friends (Hiatus)
RandomDendam? Keempat gadis yang masih menduduki bangku SMA ini akan melakukannya. Membalas orang-orang yang telah menanamkan penderitaan di masa lalu. Bagaimana jika orang itu balik menyukainya? Akankah mereka bisa membalaskan dendam mereka, setelah takd...
