Nggak ada yang spesial tapi Jeongwoo beralih jadi penjual kembang
"Gue minta tolong sama kalian. Bisa ya? Gue mohon!"
"Kenapa harus kita?"
"Karena kalian berdua ganteng."
"HAH?!"
"Kok kaget? Kan emang fakta. Tapi gue nggak belok. Nggak mau dikatain ganteng?"
"Bukan gitu. Tapi lo cuma manfaatin visual kita doang, bang?"
"Iya."
"HAH?!"
"Jaehee! Berangkat!"
"Iyaaaa sebentar!"
Jaehee segera menggunakan sepatunya dan belari menghampiri Jeongwoo dengan Blackynya. Baru mau memberi salam selamat pagi pada laki-laki itu, mata Jaehee menangkap sesuatu.
"Lo ngapain bawa bunga sebasket gitu? Ada nikahan?" Tanya Jaehee sambil memperhatikan bunga itu dengan intens.
Bukannya menjawab, Jeongwoo malah memberikan sebasket bunga dengan isi satu tangkai dijadiin satu buket itu pada Jaehee. "Nih, pegangin."
Mau nggak mau Jaehee harus bawain.
"Nanti lo bakal tahu alasannya di sekolah. Pegangan, Hee."
Setelahnya Jeongwoo menancap gas motornya dengan hati-hati. Bukan karena dia bonceng Jaehee ya, dia bawa bunga. Takutnya rusak nanti malah diomelin.
Singkat cerita, mereka udah ada di parkiran sekolah. Jaehee juga belum bisa melepaskan helmnya karena masih sibuk lihatin bunga.
Bunga yang bagus, indah, cantik tuh siapa sih yang nggak bisa lihat?
"Aduh, si neng malah lihatin bunganya sampai helmnya belum dicopot," Jeongwoo melepaskan helm yang masih terpasang di kepala Jaehee.
Jeongwoo berharap supaya adegannya mirip di dunia oren tapi korbannya Jaehee mah nggak akan jadi momen salting.
"Sumpah ini buat apaan sih? Lo mau nembak cewek? Atau mau buka kebun bunga bantuin Pak Ojan?"
Fyi, Pak Ojan tukang kebun di sekolah mereka.
"Ngaco. Anterin gue ke ruang OSIS dulu sebentar."
"Nah, maskot kita udah dateng! Ya udah nanti kalian langsung kerja pas istirahat ya."
Jeongwoo dan Haruto mengangguk dengan malas. Udah dibabuin, dikata maskot. Untung aja nggak pakai kostum yang kepalanya besar kayak di pinggir jalan.
"Duluan, bang."
KAMU SEDANG MEMBACA
Neigh(boy)hood
FanfictionJEONGWOO | JAEHEE Rumahnya dekat, hubungannya dekat, tapi perasaannya dekat juga nggak, nih?
