Gimana sih rasanya habis nyuci eh malah datang bau-bau tidak sedap
Brug!
Keranjang cucian pakaian Jaehee dijatuhkannya begitu saja. Jaehee bertolak pinggang dan melihat pakaian kotornya.
"Numpuk juga cucian minggu ini."
Dia kembali masuk untuk mengambil dejergen yang biasa dipakai oleh mamanya. Di tangannya sudah ada lima bungkus sachet kecil deterjen.
"Akhir bulan ya, kan. Deterjen sisa lima sachet, bajunya segunung," Jaehee tersenyum manis namun terlihat pasrah.
"Nggak ada gunting apa ya?"
Jaehee melihat ke pintu rumahnya, "Ya kali gue harus masuk ke dalam rumah lagi?"
"Nanti basah."
"Kalau udah basah, disuruh ngepel."
"Ogah banget gue."
Jaehee dan kejeniusannya dalam berpikir panjang.
Jaehee melihat lima sachet deterjen di tangannya dan menghembuskan nafasnya, "Gue gigit aja pakai gigi kali ya?"
Setelah berpikir lama dan tidak menemukan ide, "Apa boleh buat? Kita pakai kekuatan gigi."
Jaehee bersusah payah menggunakan giginya untuk membuka sachet yang dibukanya susah minta ampun. Ini patut dipertanyakan, sachetnya yang salah atau gigi Jaehee yang nggak kuat.
"Syukur, bisa kebuka," Jaehee meloncat-loncat kegirangan.
Namun senyumnya luntur begitu dia menyadari bahwa dirinya baru saja membuka satu bungkus.
"Tapi nggak apa-apa, demi baju yang indah nan wangi."
Sambil mendengarkan lagu yang tentunya dishuffle secara acak dari aplikasi musiknya, Jaehee mencuci bajunya. Selesai mencuci pakaiannya dengan tangan, dia menginjak-injaknya biar kayak di drama-drama tapi tenang aja nggak ada scene main gelembung atau lainnya.
"Nah, udah beres. Cepet kering ya!"
Jaehee meregangkan sedikit badannya karena lelah jongkok. Dia mengambil sendal dan mencuci kakinya yang kotor lalu menggunakan sendalnya.
Dia berjalan ke arah ayunan, base camp miliknya dan Jeongwoo untuk beristirahat sejenak. Mumpung masih pagi.
"Pagi-pagi gini enaknya bengong. Tapi gue takut kerasukan."
Tapi Jaehee tetap melakukan aja bengong di pagi hari. Niatnya ingin beristirahat sambil mengembalikan niat untuk melanjutkan aktivitas lainnya tapi hasilnya dia malah harus beranjak dari ayunan itu.
"Bau apa sih? Asapnya tebal banget."
Jaehee dengan baju yang dipasangkan ke hidung untuk menutupi baunya berjalan mendekati arah asap.
"Wih, gila. Ini mah tebal asapnya sama kayak dosa gue," dia mengibas-ngibaskan tangannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Neigh(boy)hood
Fiksi PenggemarJEONGWOO | JAEHEE Rumahnya dekat, hubungannya dekat, tapi perasaannya dekat juga nggak, nih?
