I'll always be by your side kalau kata Jeongwoo mah
Siang, pukul 13.06, di rumah Jaehee sudah ada Jeongwoo. Alasannya? Untuk mengerjakan pekerjaan rumah.
"Jajan enak nggak sih, Hee?"
Jaehee mengangguk, "Enak. Apalagi kalau dibayarin."
"Maunya gratisan."
"Bercanda. Giliran gue yang traktir lo setelah kemarin traktir makanan sejibun. Lo mau apa?"
Jeongwoo menimang-nimang. Jika diibaratkan dalam suatu film, di atas kepala Jeongwoo sudah ada beberapa makanan yang menggiurkan. Nasi goreng, steak, ayam geprek, chicken katsu, sate, nasi pa-
"Jangan yang mahal. Bokek."
"Baru tadi gue mikir nasi padang."
"Pasti ada yang lebih mahal. Ya kan?"
"Iya, sih. Cenayang ya lo?"
Jaehee tidak menyahut. Fokusnya masih berjalan pada sebuah aplikasi yang memperlihatkan daftar restoran.
"Terserah lo aja. Gue omnivora," Jeongwoo kembali mengambil pulpen dan mengerjakan soal-soalnya.
"Kalau gue beliin lo rumput buat makanan kambing, lo bakal makan juga?"
"Di restoran mana ada yang jual rumput."
"Gue belinya di toko kebun."
"Nyampenya baru besok. Keburu gue mati kelaparan."
Jaehee tertawa melihat muka Jeongwoo yang terlihat sangat pasrah. Dirinya fokus kembali memilih makanan dan sebagai pilihannya Jaehee membeli bakso aci beserta es teh manis.
"Udah gue pesen. Nanti lo yang keluar buat ambil, ya."
"Oke."
Jeongwoo lagi jinak kalau lagi mengerjakan tugas Fisika ya kalau ada jajanan.
Sembari menunggu pesanan online datang, Jaehee memakan cemilan yang dibawa Jeongwoo dari rumahnya. Sedangkan Jeongwoo masih anteng mengerjakan soal-soal penuh hitungan.
Jaehee gabut, "Udah lah, Woo. Nanti aja bikinnya."
"Tanggung."
"Pegel gue lihat angka begitu," Jaehee melipat bungkus snacknya yang belum habis. "Cecan butuh istirahat."
"Padahal lo lebih pinter daripada gue. Terus tadi lo ngomong apa?"
"Cecan butuh istirahat."
"Hah? Apa?"
"Cecan butuh istirahat."
"Duh, nggak kedengaran. Budeg apa ya gue?" Jeongwoo menggoyang-goyangkan telinganya.
Jaehee berdiri dan duduk di sebelah Jeongwoo. Menarik telinga Jeongwoo, "CECAN BUTUH ISTIRAHAT!" Teriaknya.
"Lo ngomong apa sih, Hee? Nggak jelas."
"Psst, Woo, lo dengar sesuatu nggak?"
Jeongwoo ikut memegang telinganya seperti Jaehee untuk fokus mendengarkan suara, "Nggak ada apa-apa, Hee."
"Ya emang nggak ada apa-apa. Telinga lo masih bagus berarti."
"Sat."
"Hari Sabtu dalam bahasa Inggris."
KAMU SEDANG MEMBACA
Neigh(boy)hood
FanfictionJEONGWOO | JAEHEE Rumahnya dekat, hubungannya dekat, tapi perasaannya dekat juga nggak, nih?
