Chapter 18 : JJ Fight

48 13 2
                                        




Masalah airpods ketinggalan jadi beneran masalah




"Salam kenal semua. Gue Jinni."

Semua anak kelas 11 IPA 2 bertepuk tangan atas perkenalan singkat dari anak baru bernama Jinni. Terutama laki-laki, udah ceng-cengin satu sama lain.

"Kamu boleh duduk di pojok belakang ya. Sekarang kita mulai pelajarannya."

Jinni berjalan melewati barisan Jeongwoo, Haruto, Jaehee, dan Jihan. Ketika melihat Jeongwoo, Jinni tersenyum dan mau nggak mau Jeongwoo juga senyum balik.

Lengan Haruto menyenggol Jeongwoo, "Cie, naksir dia kayaknya."

"Apaan sih, sat. Belajar sono biar pinter."

"Iya biar kayak nggak jadi lo."

"Anying."

Bukan Jeongwoo namanya kalau lagi pelajaran apapun pasti nggak konsen. Buktinya, sekarang dia lagi mainin pulpennya dan bengong.

"Gue kayaknya pernah lihat Jinni. Tapi di mana ya?"











"Halo."

Jeongwoo dan Haruto yang sedang main bareng melihat kepada oknum yang menyapanya. Oh, Jinni. Mereka tersenyum canggung.

"Hai, Jin."

"Nama kalian siapa?"

"Gue Haruto. Cowok paling ganteng di sini. Dia... " Haruto merangkul Jeongwoo sampai Jeongwoo kegencet pipinya, "Dia Jeongwoo. Si butek."

"Lo kalau ngenalin gue ke orang lain tuh yang bagus dikit bisa nggak, sih? Selalu gue yang kena."

"Nistain lo itu wajib. Kenapa, Jin?"

Mereka sampai lupa kalau ada Jinni di depannya.

"Nama lo Jeongwoo ya?"

Kali ini nggak cuma Haruto yang cengo, Jihan di belakang ikutan cengo. Ada apa, nih. Kelihatannya bakal ada pertikaian. Jihan dan Haruto adalah tipe suka gratisan dan pertikaian.

"Lo inget gue nggak?"

Jeongwoo bingung, mau menggeleng tapi dia inget pernah ketemuan sama Jinni. Mau ngangguk, tapi nggak inget sepenuhnya. Serba salah ya, Woo.

"Gue mbak-mbak yang bantuin lo cari pembalut."

"Oh, lo yang wak-









"PFFT! AHAHAHAHAHAHA, WOO! LO NYARI PEMBALUT BUAT APAAN ANJING?"

Neigh(boy)hoodCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang