Chapter 10 : Kebiasaan

71 12 3
                                        




Mereka pasti punya kebiasaan, tapi kebiasaan mereka pasti disangkutpautin satu sama lain




"Sorry, boleh tanya?"

"Boleh. Ada apa ya?"

"Anak-anak teater udah selesai latihan atau gimana? Kok aula kosong?"

"Anak-anak teater lagi pindah ke lantai dua, kak. Soalnya ada perbaikan di aula. Buat pulangnya emang dimajuin."

"Jadi pulang jam berapa ya?"

"Jam tiga, kak."

"Oke, makasih ya, dek."

Jeongwoo berjalan melewati koridor menuju kantin. Dia melihat jam di tangannya, masih menunjukkan pukul 13.46. Itu artinya masih lama.

"Tungguin aja, deh. Kasihan."

Dia mengambil handphone untuk mengabari Jaehee pastinya. Siapa lagi?

Setelah memberikan jawaban, pemuda itu bergegas ke kantin untuk beristirahat sekaligus makan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Setelah memberikan jawaban, pemuda itu bergegas ke kantin untuk beristirahat sekaligus makan.

"IBUUUUU! CHICKEN KATSUNYA SATU YA!"

"Siap, den!"

Mari kita tinggalkan Jeongwoo dengan chicken katsu kesukaannya yang sedang dibuat oleh ibu penjualnya.

Kita beralih ke Jaehee yang lagi ekskul teater. Dirinya masuk di pertengahan semester, alhasil dia harus latihan untuk dua acara. Pertama, acara ulang tahun sekolahnya dan lomba di salah satu universitas.

"Lo nggak apa-apa langsung ikut dua acara? Kata kakaknya, kemampuan lo bagus."

"Nggak apa-apa. Gue pasti bisa!"

Anak perempuan itu tersenyum dan menepuk pundak Jaehee bermaksud menyemangatinya. "Gue Youngeun. Salam kenal. Kalau lo perlu bantuan, kasih tahu gue aja."

"Makasih, Youngeun."

"Sama-sama. Ayo kita kumpul!"

Sebagai tugas pertama yaitu pensi sekolahnya, peran Jaehee tergolong mudah yaitu hanya menjadi peran tambahan yang memiliki part sedikit.

"Kalau gitu, semuanya bisa latihan partnya masing-masing tapi bersama-sama ya. Kakak ada urusan dulu di kantor guru."

Jaehee dan yang lainnya mengangguk. Mereka berdua puluh empat sudah membentuk lingkaran dan membaca bagiannya masing-masing. Jika perlu, mereka akan berhenti sesaat untuk membantu sama lain dengan bagiannya, bagaimana cara berbicaranya, intonasinya, dan tentunya ekspresi.















Neigh(boy)hoodCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang