10

935 101 0
                                        

Acara hari ini sengaja dibuat untuk mempererat hubungan antara orang tua dan anak, serta memperkenalkan wali murid satu dan yang lainnya.

Setelah lelah bermain bersama, Seungmin melipir dari keramaian untuk mengambil minuman bagi 3 pria tampan di sana.

" Kim Seungmin? Apa benar itu kau?" Seorang omega menyapanya dengan tatapan yang meruncing.

" Oh kau rupanya Hwang Minyeong. Apa kabar? Lama tidak berjumpa." Sapa Seungmin ramah yang dibalas decitan kebencian dari sang lawan.

Minyeong merupakan saudara jauh dari Hyunjin. Sejak pertama kali Hyunjin memperkenalkan Seungmin padanya, Minyeong selalu menatap Seungmin dengan wajah tak suka dan risih.

" Jadi rumor yang mengatakan jika kau masih merawat anak itu, benar adanya?" Minyeong mempoint pada Jeongin.

" Kenapa kau ada di sini?" Seungmin berusaha mengalihkan pembicaraan. Seperti pada dirinya, Minyeong pun tidak menyukai Jeongin.

" Aku menemani Mingyu karena kedua orang tuanya tak bisa hadir. Oh, ya aku tidak melihat Hyunjin di sekitar sini. Dimana dia?"

" Hyunjin tidak datang, ada pekerjaan yang harus dia selesaikan." Ucap Seungmin dingin.

" Ohh --- begitu rupanya. Aku dengar Hyunjin akan memamerkan mahakaryanya di pameran seni di planet delapan. Acaranya dua minggu lagikan?"

" Bagaimana kau bisa tahu?"

" Kemarin Hyunjin mengirimkan undangannya padaku. Apa --- dia tidak memberitahu dirimu?" Minyeong tersenyum penuh kemenangan melihat wajah Seungmin yang kebingungan.

" Tidak masalah, itu adalah hak nya untuk mengundang ataupun menolak siapa saja."

" Tapi yang aku dengar, undangan acara itu sangat terbatas. Setiap orang penting hanya mendapat dua undangan dewasa dan satu anak untuk menghadiri pameran tersebut. Jika satu undangan untuk Hyunjin ---- undangan anak untuk Jeongin dan undangan satunya untukku ---- Upss! Bukankah itu sudah cukup?! Lalu bagaimana denganmu?" Ujar Minyeong dengan nada meledek dan tersenyum miring.

" Baguslah kalau begitu! Kau bisa pergi bersamaku dan Felix!" Sela Minho.

" Akh! Bukankah anda tuan Emerald? Salam kenal tuan, namaku Hwa____"

" Sudah ambil airnya? Ayo kita pergi!" Minho mengacuhkan perkenalan manis Minyeong, tuan Emerald itu lebih memilih melingkarkan lengannya di pinggang Seungmin dan menarik sang empu manjauh dari sana.

" Waw! Seungmin Kim, jadi ini alasan kenapa kau bersikukuh ingin keluar dari rumah Hyunjin setelah tiga tahun berlalu?! Apa setelah berpisah dengan Hyunjin kau berniat mendekati tuan Lee? Kau sungguh omega yang licik ya." Umpat Minyeong.

" Jaga ucapanmu Minyeong! Aku bukanlah orang yang seperti itu!" Bantah Seungmin tegas.

" Benarkah? Lalu itu apa?" Minyeong mempoint pada tangan Minho yang masih tertanam di pinggang Seungmin.

" Tuan, aku mohon --- jauhkan tangan anda dari tubuhku!" Bisik Seungmin.

Minho menatap lama pria manis disampingnya, mencoba memahami keresahan dari wajah manis tersebut. Bukanya melepaskan lingkarang tangannya, Minho malah semakin menarik Seungmin untuk dekat dengannya.

" Kantor cabang milik keluarga Hwang sedang dilanda krisis bukan? Bulan ini saja asetnya mengalami penurunan hingga sepuluh persen. Jika keadaan ini terus berlanjut bukankah seharusnya marga Hwang dihapuskan dari planet ini?" Tatap Minho dingin.

" Tuan Lee, apa yang anda bicarakan?" Minyeong tiba-tiba pucat.

" Jangan pikir bila keluargamu itu suci. Jika bukan karena seniman Hwang yang memiliki nama besar di planet ini, mungkin keluarga mu dan keluarga Hwang lainnya sudah dikirim jauh dari sini. Jika di pikir-pikir siapa yang licik disini?"

[ BL ] BLUE EMERALDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang