18

765 77 5
                                        

WUSSHH...

Angin kencang menerpa tubuh kecil yang kini bergelantung bebas di antara jembatan dan sungai.

Felix meraba penahan hangat di perutnya dan mendapati tangan besar itu begitu kokoh dan lembut mendekapnya.

WUSSHH...

Angin kembali berhembus, melemparkan topi hitam itu menuju aliran sungai yang cukup deras, beruntung tangan kecil Felix mampu menjangkau topi tersebut hingga tak terbawa arus.

" Terimakasih." Suara berat itu menyita perhatian Felix. Dia menoleh pelan dan mendapati sosok pria bertopi hitam yang tengah berjuang sendiri dengan sebelah tangannya mencoba menopang tubuhnya dan tubuh kecil Felix agak tak terjatuh kesungai dengan arus yang cukup deras.

Felix tiba-tiba tertegun ketika matanya berhasil menangkap sebuah pemandangan yang tak biasa. Mata pria itu terlihat biru terang ketika cahaya bulan menerpanya.

" Hey, nak! Apa kau bisa memanjat? Aku tidak bisa menahan tubuh kita lebih lama di sini!" Chan merasakan tangan kirinya mulai kram dan mati rasa.

" Mama?" Felix memiringkan kepalanya.

" Bisakah kau memanjat tubuhku dan meraih susunan besi itu untuk sampai keatas sana? Jangan takut! Aku akan menjagamu di bawah sini."

Felix memperhatikan susunan besi yang tertanam rapi menuju tepi jembatan.

" Mamama!" Felix akhirnya setuju.

Dengan sisa tenaga, Chan mengangkat tubuh Felix agar sang anak bisa sampai kebahunya dan menjadikan bahu lebar itu pijakan bagi kaki kecilnya.

Perlahan Felix mulai merayap naik, namun, usia besi yang sudah cukup tua dan berkarat membuat salah satu pijakan Felix patah dan membuat sang anak hampir terhempas kembali ke sungai. Seperti janjinya, Chan menangkap tubuh Felix dan kembali memberi si kecil itu semangat untuk melewati cobaan ini.

" Mama..." Tubuh Felix gemetar hebat.

" Tidak apa-apa! Kali ini lebih hati-hati! Besi itu memang sudah tua dan rapuh. Saat kau melewatinya kau harus cepat merayap kebesi yang lain agar kau tak jatuh, apa kau mengerti?!"

" Maaa ...."

" Aku ada di sini! Aku akan menjagamu! Percayalah!"

Felix merasa kehatangan dari tatapan pria asing itu. Dia merasa seolah Seungmin sedang berada bersamanya dan membuat keberanian sang anak kembali.

Kali ini Felix tak berhenti lama pada satu pijakan. Tangan dan kaki kecilnya terus berpindah untuk menghindari pijakannya kembali patah. Sementara itu Chan menyadari jika besi yang menjadi penopang tubuhnya sudah tak sanggup lagi menahan bobot tubuh dewasanya.

BYUURR!!

Suara percikan air yang begitu besar  mengalihkan fokus Felix hingga peganggannya tak lagi kuat, lengan Felix tergelincir. Tubuhnya hampir saja kembali terjun menuju derasnya air sungai, beruntung sebuah tangan dewasa lainnya menangkapnya dari atas sana dan menarik tubuh Felix ketempat yang lebih aman.

" FELIX!! Syukurlah sayang kau selamat!" Minho memeluk erat putra semata wayangnya.

" Mama! Yayah --- mamama..." Felix mengadu dengan heboh.

" Kau kenapa sayang? Apa yang sedang kau coba jelaskan?" Minho bingung.

" Pak! Seorang lainnya tercebur kedalam sungai dan tidak muncul kepermukaan, sepertinya dia tenggelam!" Lapor seorang petugas kepolisian.

" Kalau begitu lakukan penyelaman untuk menemukan pria itu secepatnya!" Perintah kepala polisi Kim.

" Maaf pak saya rasa itu mustahil. Arus sungai gletser malam ini cukup deras. Suhu di bawah sana bisa saja mencapai minus derajat. Itu akan sangat berbahaya bagi tim penyelamat."

[ BL ] BLUE EMERALDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang