23🥀

629 90 49
                                        

Warning Typo📌

I'm Back🤗





























Farel, ketua osis kebanggaan itu kini tengah berjaga di gerbang depan bersama Natha dan anggota osis lainnya yang bertugas, hari ini ada cek kerapian, murid yang tidak rapi siap-siap saja digiring keruang BK. Selain anggota osis bu Zakia juga guru BK ikut mengawasi, takut ada siswa yang melawan nanti.

Sejauh ini siswa yang masuk ke dalam sekolah semuanya rapi, belum ada yang melanggar. Kedisiplinan siswa patut diacungi jempol, bu Zakia dan beberapa guru BK pun tersenyum senang melihat anak muridnya yang datang ke sekolah dengan rapi tidak urakan.

Hingga sebuah mobil berhenti di depan gerbang, Raffa keluar dengan angkuhnya, memandang remeh anggota osis yang tengah berjaga itu, Farel mau tidak mau maju dan menghadang langkah Raffa, dia tidak boleh pilih kasih dalam hal ini meskipun Raffa cucu si pemilik sekolah.

"Raf, lo diperiksa dulu ya" ucap Farel sembari menelisik seragam anak itu, melihat apakah ada yang kurang atau tidak rapi

"aelah, ribet amat" dumel Raffa namun masih menurut, dia tidak langsung pergi

"okey Raf, seragam lo rapi dan lengkap" Raffa tersenyum pongah, memandang remeh pada Farel yang baru saja memeriksanya, "ya iyalah, lo kira gua berandalan apa?!"

Natha yang mendengar ucapan Raffa berjalan mendekat ke arah Farel dan Raffa berdiri, "temui gua dibelakang sekolah, pulang nanti" bisik Raffa tepat ditelinga Farel, setelahnya Raffa menepuk punggung ketua osis itu sedikit keras

"jangan lupa!" teriak Raffa setelah dirinya melangkah pergi meninggalkan gerbang utama

"dia bisikin apa ke lo? Ngomong apa si tengil itu?"

"nggak ada apa-apa tha"

"awas aja aja kalau dia macem-macem sama lo"

Dan lagi, Farel tak membiarkan sahabat dekatnya itu tau, lagian ini kan urusannya dengan Raffa, Natha tak perlu tau, palingan juga Raffa memintanya untuk memyelesaikan tugas sekolah seperti biasa.

.

.

.

Sesuai permintaan Raffa pagi tadi, Farel melangkah meninggalkan kelas menuju belakang sekolah, untung saja dia tidak ada rapat osis hari ini. Farel membawa tungkai kakinya menuju area belakang sekolah, hanya ada gudang disana, para murid pun jarang ada yang mau kesini, karena suasananya yang sepi.

Siang itu Farel sengaja memilih keluar paling akhir, Natha dan Daniel dia suruh untuk pulang terlebih dahulu, awalnya mereka berdua kekeh tidak mau pulang, padahal Farel sudah mengatakan dia ada urusan, Natha tidak percaya, katanya "urusan apa sih el? Orang osis aja nggak ada kumpul rutin?"

Namun dengan segala bujuk rayuan Farel keduanya mau untuk pulang terlebih dahulu, meninggalkan Farel yang kini sudah sampai di area belakang sekolah.

"papa seorang pemabok dan ibu seorang penggoda, benar?"

Farel melemparkan pandangannya pada Raffa yang berjalan angkuh mendekatinya, rahang pemuda itu dia angkat setinggi-tingginya sambil memandang jijik kea rah Fael, seolah Farel ini adalah barang hina yang harus dihindari.

"Hahaha, kenapa? Lo takur satu sekolah tau? Kalau teryata ketua osis yang mereka bangga-banggakan cuma anak dari seorang pemabok!"

Farel biasanya terima saja jika dia dihina oleh Raffa seburuk apapun Raffa memperlakukannya dia tetap diam, tapi kali ini rasanya tidak bisa, Farel juga bisa marah, dia tidak selamanya bisa sabar menghadapi sifat setan Raffa.

AlfarezelTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang