10🥀

731 91 10
                                        

Warning Typo📌
























Langit malam terlihat cantik saat ini, ditemani kerlip bintang dan si ratu malam yang terlihat anggun ditempatnya, bulan. Sinar dari si ratu malam membuat setiap mata akan terpana.

Kota sudah penuh dengan cahaya lampu yang menerangi bahkan sampai ke ujung-ujung jalan, kendaraan tak hentinya silih berganti meramaikan jalan, begitupun para manusia yang asyik tertawa di setiap langkah mereka sembari menikmati suasana.

Malam ini malam minggu, tak heran jika kota masih padat dengan aktifitas meskipun waktu sudah menunjukan malam yang hampir larut.

Caffe EL menjadi salah satu tempat tujuan para anak muda yang tengah menikmati malam, pengunjung datang sedikit lebih banyak daripada malam-malam sebelumnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Caffe EL menjadi salah satu tempat tujuan para anak muda yang tengah menikmati malam, pengunjung datang sedikit lebih banyak daripada malam-malam sebelumnya.

Maka para pegawai yang seharusnya sudah dipulangkan disuruh tetap ditempatnya sampai nanti Caffe EL sudah tidak ramai dengan pelanggan lagi. Hal itu terjadi pada Farel, dia seharusnya sudah pulang beberapa menit lalu, sayangnya kakak bos cantiknya menyuruh untuk membantu pegawai lain. Disinilah Farel sekarang masih melayani para pengunjung di Caffe milik Alnafaza.

Bang Devan nampak terkantuk-kantuk di depan toko milik pak Hasan, disebuah kursi panjang bang Devan mendudukan tubuhnya sembari melepas penat karena seharian dia sibuk sekolah dan bekerja. Bang Devan memilih menunggu Farel yang belum selesai dengan pekerjaannya meski tubuhnya menjerit minta di istirahatkan.

.
.
.

Sebuah mobil mewah terlihat masuk ke dalam parkiran Caffe EL, tak lama seorang pemuda dengan jas yang masih rapi membalut tubuhnya keluar, perlahan pemuda itu memasuki Caffe EL.

Melihat itu Farel sebagai pegawai berjalan tergesa mendekati pemuda itu, dengan sopan dia berkata.

"Hallo kak selamat malam, mohon maaf sekali tapi Caffe kami saat ini penuh, jika kakak berkenan kakak bisa menunggu beberapa menit" diakhiri senyum tampan yang membuat pemuda berjas itu terpana, senyumnya teduh sekali

Karena perlakuan Farel yang sopan itu, pemuda dihadapannya pun terlihat puas dengannya, sekarang banyak pegawai yang tak sopan, tapi untungnya adek perempuannya pintar memilih pegawai, jika seperti ini Caffe EL akan semakin sukses kedepannya.

"Kebetulan saya tidak ingin pesan makanan ataupun minuman, saya hanya ingin bertemu adik saya"

Farel terdiam sebentar, "eum, adik kakak bekerja disini?"

"Alnafaza, adik saya, dia pemilik Caffe ini" dengan nada tenangnya Aldaffi menjawab

Mata bulat Farel membola, dengan cepat dia menunduk meminta maaf.

"Maafkan saya tuan"

"Kalau kau pegawai disini bukankah kita seharusnya pernah bertemu?"

"Maaf tuan, sepertinya saya lupa dengan anda"

AlfarezelCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang