25🥀

759 113 92
                                        

Warning Typo📌
📍2,9K
































Farel terisak keras di dekapan kedua sahabatnya, toilet yang terletak di dekat perpustakaan itu menjadi saksi bagaimana hancurnya Farel hari ini. Natha dan Daniel pun sama sakitnya melihat Farel yang terisak sedari tadi, tapi bagaimana lagi, semua bukti memang mengarah ke Farel, yang lebih buruknya adalah Farel berurusan dengan menantu keluarga Arsyanendra, semua orang tau kalau wanita itu cukup kejam jika menyangkut hal seperti ini.

“gua nggak ada niatan ngelukai Raffa!” Farel berujar sambil menggelengkan kepalanya brutal, kemudian memandang tajam pada Natha dan Daniel, “kalian percaya kan?” tanyanya penuh harap

“gua percaya, gua yakin Raffa jebak lo kan?” Natha dengan kesungguhannya, ada setitik harapan Farel pada pemuda di hadapannya, “iya, gua sama sekali nggak bermaksud, dia, hiks Raffa yang ingin memukulku”

“el, mending lo pulang dulu gih, tenangin pikiran lo” Daniel mecoba memberikan arahan, menepuk pundak rapuh Farel dengan senyum yang menenangkan, “kalau emang ini salah Raffa, dia bakal kena akibatnya kok, kebenaran bakal menang el”

Farel dan Natha setuju dengan apa yang diucapkan Daniel barusan, komandan paskibra itu kemudian tersenyum hangat pada Farel, “pulang gih el, lo butuh ketenangan”

“iya Daniel, kalau gitu gua pulang dulu ya”

Bau amis yang tadi sempat melekat di rambut dan wajah Farel sudah tak lagi begitu tercium, Natha dan Daniel membantu Farel menghilangkan bau amis itu menggunakan sabun, sedangkan untuk tepung yang mengotori seragam Farel, untung yang terkena tepung hanya jasnya saja, jadi Farel masih bisa menggunakan kemejanya.

Saat melangkah keluar kamar mandi diikuti Natha dan Daniel, ada Clara tepat di sebelah pintu toilet.

“el?”

Farel memaksakan senyumnya ditengah kacaunya pikiran, “gua pulang ya ra, makasih udah jadi sekertaris yang hebat bagi osis”

Clara menggeleng, bibirnya dia gigit kuat-kuat, menahan tangis. “nggak, gua kaya gini juga karena bimbingan lo kok el”

“nggak ra, gua gagal dalam menjalankan Amanah”

Clara, gadis itu tiba-tiba saja menubruk tubuh Farel, menumpahkan tangisnya di bahu Farel, tangan Farel terulur untuk menepuk punggung Clara.

“udah ya ra”

Clara melepas pelukannya, menatap Farel, “makasih el atas bimbingannya selama ini, gua nggak pernah menyesal punya temen kaya lo”

“kaya mau pergi jauh aja” celetuk Natha yang langsung mendapati tatapan maut dari Clara

“ya udah, gua pulang ya”

Farel melangkah meninggalkan ketiga sahabatnya, Natha, Daniel, dan Clara tak bisa mengantarkan Farel, mereka juga masih ada kelas setelah ini.

Ddrtt

Pesan masuk hampir bersamaan di handphone Natha, Daniel, dan Clara, pesan dari orang tua mereka, isinya hampir sama.

Pesan masuk hampir bersamaan di handphone Natha, Daniel, dan Clara, pesan dari orang tua mereka, isinya hampir sama

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
AlfarezelCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang