Minggu kedua Winter di kampus, masih banyak yang mendatanginya untuk berkenalan, namun untungnya Winter selalu ditemani Ryujin dan teman lainnya bernama Chaeryeong, terkadang Minju juga bersamanya jika mereka sedang menunggu jam kuliah berikutnya di kampus, seperti saat ini.
"jadi Win, kata senior gue, dia habis nembak lu."
"senior lu yang mana, Ju?"
"itu kak Jihoon."
"yang mana tuh?"
"yang mukanya kayak puppy."
"perasaan gue juga lu bilang mirip puppy deh."
"iya, sama2 muka puppy deh kalian."
"yang mana sih??"
"yang wakil ketua panita ospek kemaren loh."
"sumpah gue gak ingat, Ju.."
"yang rambut mangkok trus baju atasannya kuning bawahnya pinkeu pinkeu."
"ahh~ yg jojang2 ya?"
"nah itu!"
"..emang dia ada nembak gue?"
"kata dia ada sih."
"kemaren Win, yang ngasih lu bunga setangakai di depan perpus." kata Ryujin yang melihat temannya yang memiliki penyakit ingatan pendek itu berpikir keras.
"oh, yang itu, gue dah lupa sih, hari itu ada 3 orang yang ngasih gue bunga, kyknya ada yang nyebut namanya, tapi gue juga lupa."
"elu mah emang suka gitu, dihargain donk orang yang suka sama lu."
"ntar gue dibilang php lagi, mending dicuekin aja gak sih."
"setuju sama Winter sih." sahut Chaeryeong.
"cuma Chaeryeong yang ngertiin gue."
"gue kagak?" sahut Ryujin.
"kalo lu ngertiin gue, lu pasti beliin gue tteokbokki."
"ok!"
"eh? seriusan?
"ya kalo lu pengen tteokbokki ya ayo."
"gue cuma bercanda padahal loh, but tentunya gak nolak makanan gratis."
"ya udah, pulang ngampus?"
"boleh! kalian gimana?"
"gue gak ikut deh Win, ada club sampe jam 7." kata Minju.
"gue juga, kakak gue baru balik dari jepang, mau shopping bareng ntar, lu berdua aja deh."
"yeh pada nolak makanan gratis, Jin, jatah mereka buat gue ya."
"makan aja lu di otak lu emang, nih pipi mau dikembungin gimana lagi." kata Ryujin sambil mencubit kedua pipi Winter lalu digoyang2kan.
"ehem ehem~ dah mau jamnya nih, gue duluan ke kelas ya, agak jauh dari sini gedungnya." kata Minju.
----skip----
"kalian masuk duluan aja, gue ke toilet dulu." kata Winter saat mereka sudah dekat dengan kelas.
"gak mau di temenin?"
"gak usah, gue sendiri aja."
Setelah selesai melakukan kewajibannya di salah satu bilik toilet, Winter yang hendak mencuci tangan melihat senior yang katanya bidadari fakultas kemaren di depan wastafel sedang mencuci tangan. Mereka tidak saling berbicara, kan tidak saling mengenal. Winter juga menghindari menoleh ke arah sang senior, malah dia memilih wastafal paling jauh untuk mencuci tangan.
Karina lalu pergi dari toilet dan Winter melirik kepergiannya. Winter juga hendak meninggalkan toilet saat matanya tak sengaja bertemu dengan sebungkus permen di pinggiran wastafel tempat Karina mencuci tangan tadi. Winter yang sebenarnya bukan manusia kepo sebenarnya tidak berniat melihat lebih dekat, tapi hati kecilnya berkata untuknya mendekat.
Ada sebuah sticky note kecil yang tertempel pada bungkus permen.
'untuk Aphrodite.'
'Aphrodite? dah pasti bukan gue kan maksudnya? maybe dari pengagum dia terus ditinggalin disini.' batin Winter.
Tepat saat itu, ponselnya berdering, lalu dia melihat jam di ponselnya, 5 menit lagi kelasnya dimulai. Tanpa pikir panjang, dia memasukkan permen itu ke kantong celananya dan meninggalkan toilet hendak ke kelas.
TBC
