Bel pulang sekolah sudah berbunyi sekitar 10 menit yang lalu, kini Shreya sedang menunggu Jav di parkiran dengan duduk di atas motor lelaki itu.
Lama dia menunggu, membuat gadis itu berdecak sambil beberapa kali melihat jam yang berada di pergelangan tangannya.
Penantiannya berakhir kala ia melihat Jav berjalan dengan tas yang disampirkan di bahu sebelah kanannya. Shreya memutar bola matanya jengah ketika Dava datang dengan cengiran tanpa dosa di wajahnya, menyebalkan.
"Lama!" ketus Shreya kepada Jav yang kini sudah berada di hadapannya.
"Sorry, tadi piket kelas dulu," ucapnya. Alasan yang diberikan Jav membuat Shreya memicingkan mata, menatap Jav tidak percaya.
"Kenapa? Gitu amat."
Shreya menggeleng. "Tumben piket kelas," katanya. Karena setahunya, Jav langganan dikejar bendahara akibat tidak bayar denda piket kelas.
"Mau pulang nggak lo? Awas!" Jav menyuruh Shreya turun dari atas motornya. Gadis itu menurut. Dia menunggu Jav mengeluarkan motornya dari parkiran.
Namun sebelum motor itu benar-benar keluar, seseorang memanggil nama Jav lantang.
"Javira!" Kinanti tampak berlari sembari melambaikan tangan ke arah Jav.
Javira mematung. Mengurungkan niatnya untuk menyalakan mesin motor. "Kenapa?" tanyanya, saat Kinan sudah berdiri di hadapannya.
Kinan menggigit bibir bawahnya ragu. "Em ... aku boleh nebeng kamu pulang?"
Gadis itu menatap Jav dengan pandangan memohon. Membuat hati Jav tersentuh karenanya.
"Sopir yang mau jemput aku tadi telfon, mobilnya mogok di jalan. Awalnya aku disuruh naik angkutan umum, cuman aku belum hafal jalan daerah sini, takutnya nanti kesasar," papar Kinara. Membuat helaan napas panjang terdengar keluar dari mulutnya.
Javiar menatap Shreya yang berdiri tidak jauh darinya. Gadis itu memperhatikan Javiar dengan seksama.
"Lo nggak apa-apa kalau nunggu sebentar, kan?" Javiar bertanya pada Shreya. "Gue anterin dulu Kinan, nanti gue balik lagi ke sini."
Shreya bungkam, sebelum akhirnya sebuah anggukan ia tunjukkan sebagai jawaban.
"Naik!" Setelahnya Javiar menyuruh Kinan untuk segera naik ke atas boncengan motornya.
Kinan yang mendengarnya menatap Jav dengan pandangan tidak percaya. "Nggak apa-apa? Gak ngerepotin?"
"Hm."
Setelahnya motor Javiar melaju. Meninggalkan Shreya yang sialnya harus kembali menunggu Jav. Gadis itu menghela napas panjang. Lalu, alih-alih menunggu di dalam area sekolah, gadis itu lebih memilih untuk menunggu di halte depan sekolah.
Cukup lama Shreya menunggu, namun kehadiran Jav tidak kunjung terlihat. Dia bahkan sudah berulang kali melirik jam di pergelangan tangannya. Bahkan, sempat dia terpikir untuk pulang menggunakan angkutan umum saja. Namun, belum sempat niatnya itu ia jalankan, Jav lebih dulu datang. Lelaki itu berhenti di depan Shreya dengan motornya.
Shreya memberengut. "Lama," katanya.
"Sorry, rumah dia lumayan jauh."
"Terus kalau jauh, kenapa repot-repot mau anterin dia?" Shreya tidak habis pikir. Lagian, siapa gadis tadi itu? Wajahnya terlihat asing dengan seragam khas SMA Starlight.
"Gue nggak enak nolak, Reya. Lo tahu sendiri gue kayak gimana."
"Bukan karena dia gebetan lo?" Shreya asal menerka. Ya, dipikir saja, jika hanya teman biasa mana mungkin Javiar mau repot-repot mengantarnya?
KAMU SEDANG MEMBACA
SHREYA [SELESAI]
Teen FictionShreya tidak menyangka akan disukai oleh Javiar, sahabatnya sejak kecil. Lantas, ketika pernyataan rasa itu terucap, haruskah Shreya menerimanya? Di saat Shreya tidak yakin waktu hidupnya di dunia akan bertahan lama. Copyright ©deardess 2020
![SHREYA [SELESAI]](https://img.wattpad.com/cover/318434685-64-k791613.jpg)