25. Kepergian Shreya

854 75 17
                                        

Darren menghabiskan sarapan paginya dengan cepat. Ia sudah mengenakan pakaian rapi di hari minggu pagi ini, padahal biasanya jam segini dia masih berjalan-jalan di alam mimpinya.

Rencananya, pagi ini Darren akan pergi menjenguk Shreya di rumah sakit. Sejak semalam, dirinya sama sekali belum melihat kondisi Shreya, karena Tama lebih dulu menyuruhnya untuk pulang. Padahal ia sangat ingin tahu kondisi Shreya, tapi kata Tama Shreya baik-baik saja dan gadis itu sedang butuh istirahat

"Kalian boleh pulang. Reya baik-baik saja, kembalilah besok. Sekarang sudah malam, Shreya juga sudah tidur."

Begitu kira-kira perkataan Tama yang ditujukan pada dirinya dan Javiar semalam. Dengan berat hati, Darren pun pulang ke rumahnya tepat saat jam menunjukkan pukul 11 malam.

Tidak ingin berlama-lama lagi, Darren meneguk susu hangatnya hingga tandas. Dia harus bergerak dengan cepat.

Darren berjalan ke lantai atas rumahnya. Selang beberapa saar kemudian, ia kembali dengan jaket kulit hitam, dan kunci motor di tangan kanannya. Tanpa banyak kata, Darren langsung menyiapkan motor membelah jalanan ibu kota di pagi hari.

* * *

Darren menyimpan motornya di parkiran rumah sakit. Setelah melepas helm, dia merapikan rambutnya yang sedikit berantakan, lalu melenggang pergi memasuki rumah sakit.

Sesampainya di depan ruangan Shreya, tangan Dareen terangkat untuk mengetuk pintunya pelan. Cukup lama dia berdiri di sana, namun sahutan tidak kunjung dia dapatkan.

Dareen mengerutkan kening. Pada akhirnya dia memutuskan untuk membuka pintu ruangannya pelan.

Dua orang perawat yang sedang berada di dalam ruangan itu refleks mengalihkan atensinya. Mereka menoleh ke arah Dareen dengan pandangan penuh tanya.

Ditatap seperti itu, Dareen tersenyum kikuk. Dia mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Tidak ada siapa pun di sana, hanya ada dua orang suster yang tampak sedang merapikan alat-alat medis. Ranjang yang kemarin ditempati Shreya pun kini sudah terlihat rapi. Ke mana perginya gadis itu?

"Ada apa ya, Mas?" tanya salah satu dari mereka.

Darren tersadar dari lamunannya. Dia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Pasien yang dirawat di sini kemana ya, Sus?"

"Pasien sudah dipindahkan ke rumah sakit lain, Mas, baru saja pagi tadi pergi." Jawaban yang diberikan salah satu suster di sana membuat Dareen terdiam. Dia membisu dengan pikiran berkelana.

"Kalau boleh tahu, dipindahkan kemana ya, Sus?"

"Maaf sebelumnya, Mas ini siapanya pasien?"

Bukannya menjawab, suster itu malah balik melontarkan pertanyaan kepada Darren.

"Saya Darren, temannya pasien."

Kedua perawat itu tampak mematung setelah mendengat jawaban yang diberikan Dareen. Mereka saling menatap satu sama lain.

"Darren, berarti ini," bisik mereka pelan.

Darren yang mendengar itu menaikkan sebelah alisnya ke atas. Bingung sendiri melihat gerak-gerik kedua suster itu.

"Begini, Mas, ada titipan dari pasien sebelum tadi dia pergi. Dia meminta kepada kami, jika nanti ada seseorang yang mencarinya bernama Darren, pasien meminta kami untuk memberikan ini kepada Anda. Saya rasa Dareen yang dimaksud adalah Anda." Salah satu suster itu memberikan sebuah amplop kepada Dareen.

Darren menatap amplop itu lamat-lamat, dan sedetik kemudian dia langsung mengambilnya.

"Apa ini, Sus?"

SHREYA [SELESAI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang