26. (Masih) Tentang Honeymoon

28.3K 1.6K 16
                                        

26. [Masih] Honeymoon

Aku ternganga melihat pemandangan alam yang kini tersaji di depan mataku. Pernah melihat air terjun kan? Tetapi air terjun yang ada kulihat bukan air terjun biasa, tetapi air terjun yang ada di lautan.

Wow, amazing kan?

Oke, tarik ucapan soal buang- buang duit, Mahal? Memang! Tapi semuanya sebanding dengan pemandangan menakjubkan yang sejak pagi kulihat.

Pagi ini Arga berhasil menyeretku bangun dari tempat tidur. Semalam kami menghabiskan waktu dengan berkeliling kota Port Louis, pusat ibukota Mauritius. Lelah yang menderaku membuatku enggan bangun pagi. Tapi sayangnya Arga tak mengizinkanku bangun siang. Liburan sia- sia menurutnya jika hanya dihabiskan dengan tidur.

Dan Arga terbukti benar! Bodoh jika aku hanya menghabiskan waktu di tempat tidur. Dengan menaiki helipad Arga mengajakku untuk menikmati kepulauan Mascarene. Ternyata dalam gugusan pulau Mascarene, tak hanya pulau Mauritius tetapi ada juga pulau Rodrigues dan pulau Reunion yang pesonanya tak kalah memikat. Hamparan pasir putih, laut yang jernih serta langit yang cerah benar- benar perpaduan yang pas.

Aku pun tak henti berdecak kagum. Pemerintahnya tahu betul cara memanfaatkan asset lokal menjadi destinasi wisata menarik dunia. Kupikir Indonesia tak kalah sempurna, hanya saja kurang pengelolaan. Yah, semoga suatu hari nanti semua pesona negaraku terekspos dunia.

"Keren ya, Ai?"

Seketika kepalaku mengangguk antusias. Pemandangan air terjun di dalam lautan memang masih membuatku tak habis pikir sekaligus bersyukur akan karunia Tuhan yang bisa kusaksikan dengan mata kepalaku sendiri. Air terjun kan biasanya di darat ini jatuhnya di laut.

"Itu kok bisa, Ga?" tanyaku penasaran.

"Bisa saja," Arga tersenyum menatapku. "Itukan pasir dan air laut yang terbawa arus hingga ke lautan lepas,"

"Oh gitu," Aku memandang takjub, "Ilusi mata yang keren banget, Ga!" pujiku tak henti.

Arga mengangguk. "Nggak nyesel kan aku bawa kesini?"

Aku mengendikkan bahu. Bersikap seolah tak peduli. "Ya gitu deh!"

Arga tergelak, "Akui saja, Ai. Kamu harus menarik kata- katamu kemarin!"

Aku hanya tertawa menanggapi ucapan Arga. Tapi kata- kata dia memang benar. Nggak ada kata penyesalan setelah tiba di sini.

"Setelah ini kita lihat pemandangan laut yang keren itu,"

Aku menoleh cepat. "Diving?"

Arga mengangguk membuat wajahku pucat seketika. Menyelam? Seumur hidup aku belum pernah merasakannya. Kata orang- orang sih menarik, tapi untukku yang tidak pernah mengalami, tentu perasaan takut dan was- was itu ada.

"It's Ok, Ai. Kamu nggak akan jauh- jauh dariku."

Aku hanya mengangguk pelan. Menyakinkan diri bahwa semuanya akan aman bersama Arga. Tentu saja karena aku mempercayainya.

Sangat percaya.

***

"Ada apa?"

Aku menatap bingung pada Arga yang berjalan di sebelahku. Keramaian yang berada di pusat kota Port Louis saat kami akan kembali ke hotel setelah puas menikmati pemandangan laut, menarik perhatianku.

"Kita beruntung,"

Aku mengernyit. "Beruntung?"

Kepala Arga mengangguk. "Besok ada Holi festival?"

Senandung Cinta AinaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang