40

6.3K 164 4
                                        

Ada yang nunggu BULAN up???

Gimana hari kalian hari ini?

Rate 1-10 buat hari ini dong

Jangan lupa komen disetiap paragraf

Vote dan komenmu semangatku💘

***
M

atahari pagi ini terasa berbeda bagi Bulan. Cahayanya menyelinap masuk, menyinari gaun yang tergantung anggun, seolah ikut menyambut hari yang telah lama ia impikan. Di tengah riuh rendah persiapan, ada satu titik sunyi di hati Bulan yang berbisik: 'Akhirnya, momen ini tiba.'

Jemari Ranti yang biasanya asyik memegang stik game atau buku, hari ini bergerak dengan penuh cinta memoles wajah sahabatnya. Bagi Bulan, riasan ini jauh lebih berharga daripada hasil karya MUA manapun, karena setiap sapuannya membawa doa dari seorang sahabat terbaik,

"Diem dulu, Bulan... sedikit lagi. Jangan napas dulu!"
Ranti menatap wajah Bulan dengan intens sambil memegang kuas kecil,

"Gimana nggak napas, Ti? Gue jantungan nih, beneran deh." Ucap Bulan dengan kesal, suara detak jantungnya seperti bisa terdengar oleh Bulan sendiri,

Ranti mundur selangkah sambil terkekeh, ia tau bahwa sahabatnya ini pasti sangat gugup. telapak tangannya saja sudah sangat dingin seperti di kutub utara, Ranti menaruh kuasnya dan menatap wajah Bulan tak percaya.


"GILA? lu beneran sahabat gue? ini beneran tangan gue yang poles ga sih, cantik banget lan! jujur ga bohong," pekiknya girang

"Ih, lebay deh lo! tapi... makasi ya, Ti. Gue gak kebayang kalo orang lain yang dandanin, pasti gue makin grogi." Bulan memperhatikan wajahnya di cermin, ia bangun untuk melihat dirinya di pantulan cermin.


"Jangan nangis ya! Awas lo, capek gue ngeratain foundation-nya tadi

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


"Jangan nangis ya! Awas lo, capek gue ngeratain foundation-nya tadi. Pokoknya kalau nanti pas akad lo nangis, gue yang paling depan bawa tisu buat nampung air mata lo biar nggak luntur," Ucap Ranti dengan nada bercanda, sejujurnya ia sudah mendongakkan kepala terus menerus agar air mata tidak jatuh. Tidak disangka jika sahabatnya ini akan menikah, menikah sama duda pula.

"Ranti... bagus kan? ga nyangka ya hari ini beneran dateng, gua kira ini cuma bakalan halu haluan kita yang bakal terus menerus" Bulan menatap Ranti sambil tersenyum tipis, lalu melihat kembali cermin di depannya.

"Iya, Lan. Hari yang lo tunggu-tunggu. Udah ya, jangan gugup lagi. Lo cantik, gaunnya cantik, dan yang nunggu lo di depan sana pasti bakal melongo liat lo." Ranti berjalan mendekat, merapikan rambut Bulan dengan lembut.

Ceklek

Pintu terbuka, melihatkan Ibu dari Bulan. Siapa lagi jika bukan Lela? Ia menatap putrinya, air matanya luruh begitu saja.

BULAN [ REVISI ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang