36

3.8K 165 3
                                        

- H a p p y r e a d i n g -

***

Sudah seminggu lamanya Bulan berada dirumah sakit, dan minggu pagi ini ia sudah boleh pulang oleh dokter.

Dirinya terlalu bosan berada di ruangan itu, walaupun mewah tetap saja dirinya merasa jengah. Hidupnya lama-lama akan nolep jika berlama-lama disini.

Ia tengah bersiap siap. dan menunggu Rangga datang menjemput nya. Padahal Bulan sudah bilang bahwa pakai taxi saja tapi ya gitu. Kalian tau kan sifat duda satu itu jika ditolak.

Bulan sendirian di ruangan ini, ia selalu memerhatikan jam yang terus berputar dan berganti-ganti angka. Ibu nya tengah dirumah untuk merapikan kamar Bulan dan menunggu dirinya datang.

Tanpa menunggu waktu lama Rangga datang sambil membawa boneka beruang berukuran sedang.

Bulan mengerenyitkan dahi bingung, "Ini buat siapa?" Tanyanya sambil memperhatikan boneka yang berada ditangannya.

"Buat mbak mbak cantik yang udah berhasil ngebuat hati gue selalu jedag jedug."

Bulan mengangguk angguk mengerti "Pasti mbak itu beruntung banget bisa bikin hati kamu jedag jedug." Ucap Bulan memasang wajah cemburu.

Rangga terkekeh geli melihat wajah menggemaskan milik Bulan. Tangan terulur mengacak rambut Bulan.

"Beruntung banget pastinya."

"Yaudah ini boneka nya," Ujar Bulan memberi boneka beruang itu ke Rangga.

"Kenapa dibalikin?" tanyanya bingung

"Katanya boneka ini buat mbak cantik, yaudah ini bonekanya."

Rangga menggeleng geleng mendengar ucapan yang dilontarkan Bulan. Masa gatau sih, jelas jelas mbak cantik yang dimaksud itu dia.

"Kenapa geleng-geleng?"

"Bulan. Yang dimaksud mbak cantik itu kamu. Masa ga paham sih."

Bulan terkekeh "bercanda doang Rang. Aku kan calon istri kamu, mana mungkin kamu suka sama cewe lain selain aku. Ya gak?" Ucap Bulan pede sambil menaik naikan alisnya.

"Betul. Kalo ada cewe yang rebut gue dari Lo, gue gabakal maafin diri gue sendiri karna udah bikin lo kecewa." Tutur nya

"Affah iya dek?"

"Gak percaya hm?"

"Beliin 2 eskrim dulu baru aku percaya,"

"Sepuluh juga gapapa."

"OKE DUA PULUH YA!?" seru nya senang.

"Iya, yaudah ayo lo gak mau kelamaan di sini kan?"

"Oh ya. Yaudah ayo!" Bulan menarik lengan Rangga untuk keluar dari ruangan ini.

Setelah cukup lama berada di dalam mobil, akhirnya mobil itu berhenti juga di depan sebuah minimarket.

Bulan menggandeng tangan Rangga supaya ikut masuk menemani nya. Rangga menahan gemas gadis di depannya ini.

BULAN [ REVISI ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang