Seorang gadis berjalan pelan menuju kelasnya, hari ini adalah hari kelulusan kakak kelasnya dan ia bertugas untuk mengisi pra acara setelah sambutan nanti bersama teman-temannya. Gadis itu terus tersenyum sepanjang perjalanan dengan memegang sebuah kotak kado kecil berwarna biru tanpa tahu seseorang sedang memperhatikannya sejak tadi, pemuda itu tersenyum senang karena mendapat kesempatan bersama gadis yang selama ini dicintai dengan langkah pelan ia mendekati gadis itu.
"sandra" panggilnya pelan.
Gadis itu berbalik menatap orang yang memanggilnya ternyata kakak kelasnya, mata biru bulatnya mengerjap bingung, ada apa gerangan kakak kelasnya yang populer ber_name tage VARENO JARENDRA itu memanggilnya ?
"ada apa ya kak ?" tanya sandra lembut.
"emh i_itu kamu, aduh gimana ya ?"
Sunggu saat ini reno sangat gugup padahal dirinya sudah sering dihadapkan pada banyak orang ketika presentasi bahkan tidak jarang dia ikut terjun didunia bisnis bersama sang papa karena sedari dulu ia sangat senang dengan itu, berbeda dengan adiknya yang lebih menyukai musik.
"kakak kenapa kok keringetan gitu?" tanya sandra bingung.
Eghm eghm, ia mulai berdehem untuk menetralkan degup jantungnya.
"se_sebenernya gue itu suka sama_" perkataannya terpotong kala mendengar nama sang gadis terpanggil.
Keduanya menoleh dan mendapati adik dari reno ada disini, awalnya ia berfikir kalau adiknya menyusul dirinya karena radit tidak pernah bisa jauh-jauh darinya. Namun ia melihat ada yang aneh melihat sang adik senyum-senyum.
"kamu ngapain dek disini?" tanya reno
Radit tersenyum manis "mau jemput kakak udah ditungguin papa juga sekalian nemuin dia" katanya melirik sandra.
"maksud kamu?"
"aku mau ketemu sandra" ucapnya santai.
Radit kembali menghadap sandra yang sudah gugup karena ditatap oleh kedua pangeran sekolah yang satu kakak kelas favorit dan yang satunya sang adik teman sekelasnya.
"ada apa dit?" tanyanya ragu.
"gimana jawaban kamu tadi?"
"jawaban apa?"
"yang tadi ditaman"
Sandra tampak menimbang-nimbang sebenarnya ia sudah menyiapkan jawaban tapi ia masih ragu. Tapi tak ayal ia pun mengangguk.
"aku cinta sama kamu sandra" ucap radit senang.
Deg
Reno yang sejak tadi diam sangat kaget bagaimana bisa seperti ini, ia sungguh tidak mengerti pikirannya tiba-tiba blank karena ucapan adiknya sendiri.
"ma_maksud kamu apa dek?" tanya reno terbata.
Keduanya menoleh mereka sampai lupa kalau disini bukan hanya berdua tapi ada reno. Radit tersenyum lalu memeluk kakak kesayangannya.
"tadi aku nyatain cinta kesandra, udah dari dulu aku suka dia kak dan hari ini aku diterimah kak, didepan kakak lagi aku seneng banget" ucapnya dalam dekapan sang kakak.
Reno hanya mampu berdiri kaku lidahnya kelu tak sanggup berkata apapun ini karena terlalu tiba-tiba, matanya memanas dengan sesak yang makin menyeruak hatinya sakit saat ia tahu kalau cintanya hanya akan bertepuk sebelah tangan, ia kalah sebelum berperang.
Dengan cepat ia melepas pelukan radit membuatnya mengernyit bingung
"kakak kenapa ?" tanya pelan.
Reno berbalik "gue pergi dulu lo pulang duluan" ucapnya ketus.
Lagi-lagi ia dikejutkan dengan perubahan sikap sang kakak, dia tidak pernah memanggil dirinya dengan lo-gue.
Sampai dirumah ia makin dikejutkan dengan keadaan kakak dan papanya yang sama-sama tampak kacau juga mamanya yang tampak menangis, namun matanya tertuju pada tas yang dibawa reno ia segera berlari memegang tangan reno.
"kakak mau kemana ? jangan tinggalin adek" pintanya memelas namun segera ditepi kasar oleh kakaknya.
"gue bukan kakak lo, ingat itu" ucapnya penuh penekanan.
"RENO" sentak sang ayah
"biarin pa ! biar dia tahu aku orang lain dirumah ini buktinya perlakuan papa selama ini selalu diskrimnatif sama aku" balasnya sengit.
"nak jangan bilang begitu sayang kamu anak mama sama papa sayang" sangga sang ibu.
"udahlah cukup dengan semua sandiwara ini" ucapnya jengah. Sunggu ia muak dengan semua drama dalam hidupnya.
"tidak ada sandiwara disini reno" ucap sang ayah dingin. Wajahnya menatap datar sang anak tapi tak ayal hatinya sakit mendengar penuturan reno, bagaimanapun juga ia tetap seorang ayah yang menyayangi putranya.
" kakak jangan pergi pliss"
Reno menatap sang adik yang tampak kacau, memang sedari dulu radit selalu menempel padanya.
"lepasin gue ! gue mau pergi"
Dengan kasar ia mendorong adiknya sampai membentur meja kaca.
"akh sakit"
"adek!!" teriak sang ibu lalu memeluk putranya yang hampir pingsan.
"kakak" lirihnya
Reno sempat menegang mendengarnya jujur hatinya sakit mendengarnya, tangannya bahkan sedikit bergetar namun ia tahan, hatinya terlanjur sakit mengingat hidupnya selama ini yang sudah seperti bayang-bayang adiknya. Namun itu tak bertahan lama karena suara bentakan sang ayah.
"APA YANG KAMU LAKUKAN RENO DASAR ANAK TIDAK TAHU DIRI" sentak sang ayah, wajahnya memerah.
Reno tekekeh " sekarang udah keluarkan sifat aslinya" ucapnya dengan nada mengejek. Ia mengalihkan pandangannya pada sang ibu,
" gini nih ma, setiap hari papa cuma marahin aku doang, mana pernah papa sayang sama aku yang cuma ANAK PUNGUT " ucapnya enteng dengan menekan kata terakhirnya membuat sang ayah semakin tersulut emosi, ia tidak suka saat reno mengatakan hal itu.
"kamu_"
"sudahlah saya mau pergi, persetan dengan keluarga. Saya lebih dari bisa hidup untuk sendiri tanpa kalian" kemudian berlalu meninggalkan mension megah itu. Sejak saat itu ia pergi dan tidak pernah kembali, memulai kehidupan barunya. Dan radit tidak pernah lagi melihat kakaknya lagi.
Dia juga tidak pernah lagi bertanya tentang sang kakak setelah mengetahui salah satu rahasia besar keluarganya, karena setiap kali ia bertanya mamanya selalu menangis dan papanya selalu tampak menahan amarah.
"RENO KEMBALI KAMU!!! VARENO ARGH!!"
Ruangan itu terasa mencekam, arga sang ayah buru-buru menghampiri istrinya yang menangis sambil memeluk putra bungsunya yang tengah kesakitan.
"adek jangan tidur ya kita kerumah sakit" ucapnya kalut saat melihat mata radit yang nyaris tertutup.
"kakak" lirihnya sebelum kegelapan menjemputnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
REALLY LOVE YOU
Ficção Geral"remaja manis dan imut " itu adalah kata yang selalu diucapkan pada anak itu oleh semua orang yang melihatnya , semuanya menyayanginya dan akan langsung jatuh cinta padanya. "afa, namaku adalah afa salam kenal semua !!!! "
