Sinar mentari pagi membangunkan tidur panjang seorang pemuda kecil disebuah ruangan RS yang hampir mirip dengan kamarnya, kelopak matanya mulai bergerak bersamaan dengan jemarinya yang menggenggam lemah tangan kekar yang selalu menemaninya, membuat lelaki paru baya yang tertidur disebelahnya terusik dan membuka mata.
Mata radit refleks terbuka lebar, rasa kantuknya mendadak menghilang melihat pemuda kecil yang sejak tiga hari lalu tertidur akhirnya menunjukan tanda-tanda akan bangun.
"affa hey ini papa sayang" ucapnya lembut.
Tangan kanannya membelai puncak kepala sang anak mencoba memberikan kenyamanan pada sang buah hati. Affa, pemuda itu masih berusaha untuk membuka matanya yang masih terasa berat. Perlahan namun pasti mata biru safir itu mulai terbuka.
"papa" panggilnya pelan.
"iya sayang"
"usap" pintanya.
Radit mengangguk dan mengusap pelan dada kiri anaknya.
"maaf" ucapnya pelan.
Dahi radit berkerut "kenapa minta maaf sayang ?" tanyanya penasran.
"affa buat papa khawatir" ucapnya makin pelan, rasanya tenaganya terkuras habis meski hanya berkata seperti itu.
Radit mengusap surai legam putranya " affa tidak perluh minta maaf affa tidak salah" jawabnya tenang.
"cucu opa sudah bangun nak?" tanya opa yang sudah bangun.
"hu um"
"ada yang sakit sayang ? bilang sama opa !"
Affa mengeleng "kak aska mana?' tanyanya pelan.
Suatu kebiasaan affa saat sakit adalah mencari semua saudaranya dan menyuruh mereka bekumpul.
"nannti papa suruh kakak pulang ya!"
"hu'um affa kangen"
Tak lama kemudian seorang dokter masuk dan memeriksa affa.
"bagaimana keadaannya?"
"sudah lebih baik hanya jangan buat tuan muda kelelahan dan sterss"
"baiklah kau boleh pergi"
"saya permisi tuan"
Sekarang affa sedang disuapi bubur oleh daren karena sang papa harus kembali kekantor dan opanya ada sedikit masalah dimension utama, jadilah dia yang paling menganggur diantara saudara-saudaranya yang lain bertugas untuk menjaga affa.
"abang" panggil affa.
"iya"
"mau pulang" cicitnya.
"eh kok pulang? adek kan belum sembuh?"
"nggak mau disini abang nggak enak"
" nanti ya kalau sudah baikan kita pulang adek kangen pillow kan nanti abang bawain kesini" jawab daren.
Pillow adalah bantal kesayangan affa yang ukurannya jauh lebih besar dari affa dan bergambar hewan kesukaannya "LUMBA-LUMBA".
"ish nggak mau, maunya pulang adek nggak bisa bobok kalau disini" rajuknya.
"tapi adek kan masih harus dapat perawatan dulu sayang, biar nanti bisa main lagi sama abang-abang, adek nggak kangen abang-abang?" tanyanya.
Affa mengerucutkan bibirnya dengan pipi menggelembung lucu, ada saja alasan kakaknya yang satu ini untuk menahannya di-RS. Kenapa juga ia harus dijaga oleh kakaknya yang ini kalau abang nya yang lain kan enak apalagi kalau abang algi pasti diturutin.
"tahu deh sebel sama abang" sungutnya bersedekap dada.
"hahh adek jangan marah dong sayang"
"BOMAT abang ngeselin affa gak mau sama abang, udah sana jauh-jauh" usirnya.
Hening tidak ada yang bersuara selain jam dinding yang masih terus berdenting, diam-diam daren menghubungin teman-teman adiknya
Daren
Van kesini ! temenin affa dia ngambek minta pulang.
Setelah mendapat jawaban dari devan, daren mendekati ranjang adiknya, mengelus lembut rambut hitam legam adiknya walau sempat mendapat penolakan.
"habis ini devan sama yang lain bakal kesini'' ucapnya lembut.
Mendengar itu sontak affa menghadap kearah abangnya dengan tiba-tiba membuatnya meringis karena tingkahnya.
"ssths"
"eh kenapa? mana yang sakit?" panik daren.
"nggak kok cuma pusing dikit"
"makanya jangan gerak tiba-tiba gitu dek"
"iya, tapi benerkan abang devan mau kesini?" tanyanya penuh harap.
"iya, adek senang ?"
"seneng banget abang makasih " serunya sambil memeluk daren.
Ia memandang lekat wajah adiknya, wajah raffa memang duplikat mamanya mulai dari mata, bibir,pipi bahkan rambutnya yang sama persis dengan mendiang ibunya mungkin hanya hidungnya yang mirip dengan sang ayah. Ia kembali memeluk erat sang adik seakan adiknya akan pergi jauh kalau dia melepaskannya.
"daren janji akan terus menjaga affa ma jadi tolong jangan bawa affa dulu biarka kami membahagiakan dia dulu" batinnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
REALLY LOVE YOU
Fiction générale"remaja manis dan imut " itu adalah kata yang selalu diucapkan pada anak itu oleh semua orang yang melihatnya , semuanya menyayanginya dan akan langsung jatuh cinta padanya. "afa, namaku adalah afa salam kenal semua !!!! "
