Apa kalian tahu rasanya merindukan seseorang yang bahkan tidak memiliki satupun kenangan dengan kita ? kalau iya bagaimana rasanya ? karena hal itu lah yang saat ini sedang dirasakan affa.
Jam istirahat sudah berlalu sejak 5 menit yang lalu tapi pemuda kecil itu masih saja duduk diam dibawah pohon dengan memangku bekal yang bahkan tidak disentuhnya sama sekali. Moodnya hari ini kurang baik, ia rindu ibunya karena untuk pertama kalinya kemarin keluarganya memperbolehkannya untuk melihat makam sang ibu yang tentunya dengan perdebatan alot dengan para abangnya.
Ia berjanji akan melakuka pengobatan jika ia diizinkan kesana.
"affa kangen mommy" lirihnya.
Matanya menatap sendu kearah bekalnya. Ia menghela nafas pelan lalu melihat sekeliling, ia sendirian seperti yang diinginkannya.
Jika kalian bertanya dimana para pawang seorang raffasya, jawabannya mereka sudah kembali kekelas setelah dengan tegas adik kecil mereka meminta waktu sendiri.
Ditengah lamunannya itu ia merasa ada menepuk pundaknya pelan.
"eh"
"hay" sapa orang itu.
Affa meneliti dari bawah, ia seorang laki-laki tampan yang sepertinya berusia sama dengan papanya. Sedetik kemudian ia tersadar hal itu tidak sopan.
"eh maaf om" sesalnya
Laki-laki itu tersenyum " tidak apa, kamu ngapain disini sendirian teman-temanmu mana?" tanyanya ramah
"teman affa ada lagi dikelas disuruh affa tadi, kalau affa disini cuma lagi nenangin diri aja lagi bad mood soalnya" ucapnya lucu. Bahkan lelaki itu resenyum tipis mendengan logat bicara affa yang mirip anak kecil.
"eh maaf lagi om affa sok akrab" ucapnya lagi saat saat dirinya terlalu sakd.
Lagi lelaki itu terkekeh "gak papa kok, emangnya kau boleh tahu kamu bad mood kenapa?"
"ehm" ia ragu untuk menjawab.
Melihat itu lelaki itu berucap " kalau tidak bisa dijawab tidak papa, sini biar om temani kamu"
"emangnya om tidak sibuk ?"
"sepertinya tidak"
"om juga ngapain disini jemput anaknya ya" tanyanya penasaran, pasalnya tidak sembarang orang bisa masuk kawasan sekolahnya ini.
"nggak om nggak jemput anak om donatur disekolah ini, tadi hanya ingin lihat-lihat eh ketemu kamu"
"ooo" affa ber o ria.
"jadi om boleh tahu ? nama kamu tadi affakan ?"
"iya nama affa, affa" ucapnya lucu
Tanpa sadar tangan besar lelaki itu mengusap kepala affa dengan gemas
"hem kalau om namanya siapa?"
"nama om reno panggil saja begitu" ucapnya sambil tersenyum manis
ya orang itu adalah reno yang sedang melihat kondisi sekolah. Sedangkan affa tersenyum cerah melihat dia tersenyum, dimatanya reno sangat tampan ia bahkan dengan mudahnya akrab padahal selama ini ia selau berjarak dengan orang asing karena doktrin keluarganya.
"ok om reno salam kenal"
"'sama sama sayang" affa benar-benar seperti anak kecil yang menggemaskan menurutnya.
"dia mirip sekali denganmu san"
KAMU SEDANG MEMBACA
REALLY LOVE YOU
General Fiction"remaja manis dan imut " itu adalah kata yang selalu diucapkan pada anak itu oleh semua orang yang melihatnya , semuanya menyayanginya dan akan langsung jatuh cinta padanya. "afa, namaku adalah afa salam kenal semua !!!! "
