Juan menatap sedih sahabatnya yang kini terbaring lemah diranjang rumah sakit, ya setelah kejadian kemarin reno tiba-tiba saja demam tinggi. Juan yang saat itu akan pulang pun mengurungkan niatnya dan membawa reno ke rumah sakit.
Dokter bilang reno hanya kelelahan dan maggnya kambuh selain itu tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Ana, istri juan sampai rela datang untuk membawakan makanan untuk sang suami dan sahabatnya, ia paham betul kalau suaminya sangat menyayangi reno.
"makasih ya sayang kamu repot-repot kesini" ucapnya
Ana tersenyum manis "nggak repot kok mas, oh ya reno gimana ?" tanyanya
"baik kok cuma demam mungkin terlalu stres karena pekerjaan" bohongnya, walau sebenarnya tidak sepenuhnya bohong, tapi istrinya tidak boleh tahu tentang ini karena masalah itu menyangkut sahabatnya.
"ya udah mas aku pamit pulang dulu kasian sopirnya nunngu habis ini langsung jemput raya" pamitnya
"ya, hati-hati sayang"
Setelah istrinya pergi baru ia kembali kesamping brankar reno mengusap pelan kepalanya, sungguh demi apapun ia sangat menyayangi reno seperti adiknya sendiri. Ah ya ngomong-ngomong tentang adik, bukankah dulu reno punya seorang adik, lalu dimana dia sekarang?kenapa reno hanya tinggal seorang diri ? Kenapa pula ia sampai tidak sadar kalau reno bahkan tidak pernah sama sekali membicarakan adiknya ?
"apa aja sih yang lo sembunyiin dari gue ren, gue sahabat lo, kalau kayak gini gue ngerasa gak berguna jadi sahabat" ucapnya lirih.
Juan benar-benar menyesal sudah tertipu dengan wajah reno, senyumnya selama ini hanya kedok untuk menutupi luka, selama ini ia menganggap reno baik-baik saja. Ia bahkan tidak tahu menahu tentang keluarga reno.
Tiba-tiba ia teringat sesuatau, ia mengeluarkan selembar foto yang ia temukan kamar reno, ia amati lamat-lamat wajah itu, sangat manis dan menggemaskan bahkan cenderung cantik untuk ukuran seorang laki-laki.
Siapa anak ini ?
Kalau dilihat-lihat wajahnya mirip dengan reno, apa adiknya ? batin juan. Lalu ia membalik foto itu ada tulisan dibelakangnya.
"raffasya?" lirihnya.
Sedangkan ditempat lain arga tampak melamun padahal ia sedang berbicara tentang proyek besar bersama anak bungsunya, tiba-tiba gelas yang sedari tadi dipegang oleh arga jatuh dan pecah.
"papa !" seru radit kaget.
Ia beranjak mendekati papanya "papa ake ?" tanyanya cemas.
Tanpa sadar bibirnya mengucap mana reno dengan lirih namun masih bisa ditangkan oleh telinga radit. Ya, gelas yang tadi pecah adalah gelas kesukaan sulungnya.
"papa kangen sama kakak ?" tanyanya ragu.
Arga yang menyadari itu sontak menoleh" papa kekamar dulu, kamu juga istirahat" ucapnya lalu pergi.
Radit menatap nanar punggung papanya, ia tahu benar perasaan sang ayah karena ia pun merasakan hal yang sama, walaupun ia membenci reno karena ia ingin merebut putranya tapi tidak bisa dipungkiri ia juga sangat merindukan usapan lembut dan rengkuhan hangat kakaknya.
"aku juga kangen sama kakak pa" ucapnya lirih.
KAMU SEDANG MEMBACA
REALLY LOVE YOU
Ficción General"remaja manis dan imut " itu adalah kata yang selalu diucapkan pada anak itu oleh semua orang yang melihatnya , semuanya menyayanginya dan akan langsung jatuh cinta padanya. "afa, namaku adalah afa salam kenal semua !!!! "
