"Oppa...ini semua kopermu?" Tanya dita yang terpana dengan jumlah koper yang ada di depannya. Totalnya ada sepuluh koper.
"Iya...sedikit banget ya?" Seokjin memandangi koper kopernya
"Banyak bangettttt. Oppa mau pindah rumah?" Tanya dita asal
"Iya...pindah rumah. Aku mau tinggal disini sampai kau mau menikah denganku." Jawab seokjin serius.
Dita tersenyum simpul mendengar jawaban seokjin.
"Oppa menginap dimana?" Tanya dita disela sela seokjin yang sedanag sibuk mengatur kopernya masuk ke dalam bagasi mobil.
"Dimana? Tentu saja di rumah. Rumah kita." Jawab seokjin dengan menutup pintu bagasi mobil.
"Tunggu...jangan bilang kau akan menginap di rumahku?" Dita curiga
"Betul......anda benar." Jawab seokjin cuek
Seokjin menuntun adit duduk dikursi penumpang dan kemudian dia masuk ke kursi sebelah kemudi.
"Kau yang setir ya, aku belum biasa dengan setir kanan." Ucap seokjin cuek dan senyum merayu
Dita menghela nafas. Sepanjang perjalanan dari resto ke rumah, dita berpikir keras dimana sebaiknya seokjin akan tidur.
Tak berapa lama, mereka sampai di rumah. Bibi heran karena nyonyanya pulang dengan seorang pria tampan yang belum pernah dia lihat dengan banyak koper.
Melihat mimik muka bibinya, dengan setengah berbisik, dita memberitahu "ayahnya adit." Dan seketika itu mata bibi membulat.
Bibi memperhatikan tuannya.
"Iya mirip banget ama adit...fotocopy nya. Pantes aja nyonya betah melajang...orang papanya adit ganteng bangettt dibanding mas andre ama mas edward" gumamnya
Seokjin melempar senyum
"Hallo...im adit appa...and im dita's husband." ucap seokjin ramah
"Hallo...." balas bibi kikuk dan segera membantu tuan dan nyonyanya menurunkan koper dari mobil.
Tak berapa lama semua koper sudah dimasukkan ke dalam rumah.
Tanpa basa basi, setelah tahu dimana letak kamar utama, seokjin mengajak adit mandi bersama.
Dita hanya bisa menghela nafas melihat kelakuan seokjin.
"Bener bener gerak cepat." Gumam dita
15 menit kemudian
"Segarnya....sekarang giliran eomma adit yang mandi." Ucap seokjin begitu keluar dari kamar mandi.
"Ok" dita bergegas masuk ke dalam kamar mandi. Dita berendam air hangat untuk merilekskan badannya yang terasa pegal.
Cukup lama dita berendam, sampai kulit tangannya keriput. Dita bangkit dari bath tub dan mengeringkan badannya. Dia bingung tidak menemukan satu baju pun. Dita lupa bahwa dia punya kebiasaan tidak membawa baju ganti ke kamar mandi. Hidup single membuat dia ceroboh.
"Sial..." dita menepuk dahinya pelan
Dita membuka pintu kamar mandi pelan, mengintip dari baliknya, memastikan kondisi aman. Setelah dirasa aman, dita berjalan pelan keluar kamar mandi. Dita membuka lemari mencari celana dalam, bra, baju tidur dan menanggalkan handuknya di lantai.
Lampu kamar yang temaram membuat dita tidak waspada bahwa ada sepasang mata yang sedari awal mengawasi dan mengamati gerak geriknya.
Disaat dita sedang membungkuk memakai celana dalam, dita merasa ada sesuatu yang menyentuh bokongnya. Dita terkesiap. Sebelum dita bisa bereaksi, tubuhnya sudah terdesak menempel pintu lemari
KAMU SEDANG MEMBACA
Unconditionaly Love [Complete]
FanfictionCinta atau bukan, semuanya sudah terjadi. Dan sebagai orang dewasa, aku harus mempertanggung jawabkan akibat daŕi perbùatan yang suďah aku lakukan
![Unconditionaly Love [Complete]](https://img.wattpad.com/cover/323788193-64-k696060.jpg)