10. Big Decision

444 69 0
                                        

Reminder...cerita bersifat karangan, tidak ada hubungannya dengan kehidupan idol.

*****


Mama dita baru bisa datang ke korea seminggu kemudian setelah dita keluar dari rumah sakit. Ajik dan lainnya tidak bisa ikut karena harus mengurus bisnis. Dita mengambil cuti 2 minggu karena dia butuh untuk memulihkan badannya dan juga berpikir akan keputusannya yang akan dia ambil ke depannya.

Mereka sedang di apart dita. Mama dita sedang menggoreng tempe dan menghangatkan gudeg dan krecek kalengan yang mama dita bawa dari jogja.

"Dita...ayo makan" ajak mama dita.

Dita menatap mamanya.

"Ma...maafkan dita." Ucap dita lirih

"Sebagai orang tua pasti mama kecewa. Tapi nasi sudah menjadi bubur. Jadi kenyataan harus dihadapi. Tak ada jalan lain." Ucap mama dita lembut.

"Ma...apakah aku harus menggugurkan kandunganku?"

Mama dita terkesiap mendengar pertanyaan dita. Sungguh buah simalakama. Pilihan yang sulit.

"Perutmu sudah mulai besar. Bayi yang kamu kandung tidak menanggung dosa. Mama tak ingin kamu menyesal di kemudian hari. Kita akan mendapatkan karma atas semua perbuatan yang kita lakukan. Pikir baik baik dan perlahan. Semua keputusan mama serahkan kepadamu." Jawab mama dita bijak.

*****flashback ruang obsgyn

"Janin sudah berumur 8 minggu. Detak jantung bagus dan perkembangannya sesuai dengan umurnya."

Dokter mencetak usg dan menulis resep vitamin untuk ibu hamil.

"Apa ada keluhan yang dialami nona dita selama trimester 1?" Tanya obsgyn ramah

"Kepala yang terasa berat dan tidak nafsu makan"

"itu biasa...makanlah selagi mau, teratur minum vitamin dan istirahat yang banyak."

"Dok...apakah saya boleh tau jenis kelaminnya?"

"Mmmm...kita bisa tau setelah usia kehamilan 12 minggu." Jawab obsgyn dengan tersenyum.

*****back to Apart Dita

Dita menatap foto usg di tangannya. Pikirannya kalut dan hatinya resah. Dita ragu antara mau menggugurkan kandungannya atau tidak. Dia tak mau meninggalkan kariernya yang sudah dia bangun dengan susah payah hancur karena kehamilannya. Namun dia juga tidak mau menjadi pembunuh anaknya.

Dita menghela nafas dengan berat. Dia menatap langit seoul hari ini yang mendung semendung hatinya.

"Apakah ini akhirnya? Apakah sampai disini saja? Haruskah aku menepi? Sanggupkan aku meninggalkan karirku?" Pertanyaan ber munculan di kepala dita.

"Oppa..." tangis dita pecah mengingat seokjin, mengingat kejadian hari itu, mengingat seokjin akan menikah dengan irene.

"Dita...." mama dita mendekat dan memeluk dita serta ikut larut dalam tangis.

15 menit sudah mereka menangis bersama.

"Ada yang mau kau ceritakan kepada mama?" Ucap mama dita pelan sambil mengusap sisa air mata dita.

Dita mengangguk

"Mama siap mendengarkan." Mama dita mengelus lembut rambut dita kemudian menangkup wajah dita dengan tatapan lembutnya.

"Ayah bayi yang aku kandung adalah Kim Seokjin atau Jin BTS, hyung tertua BTS." Ucap dita pelan. "Mama tau BTS?" Tanya dita

Mama dita tersenyum. "Iya...mama tau."

Unconditionaly Love [Complete]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang