Up sebagai doping voting Road to Mama 😁
Kajja Kabujjagu
💪
** Present, Dapur hyung tertua Bangtan
Dita tersenyum memandang pantulan dirinya di lemari es. Dia memandang celemek dan mencium kaosnya yang ternyata bau vanili dan pisang goreng.
"Idol ternyata manusia bumi juga..bisa gembel begini" gumam dita tertawa kecil sambil mengibas ngibaskan celemeknya.
Setelah menyelesaikan gorengan pisangnya, dita melepas celemek dan mulai menata pisang pisangnya berjajar rapi di atas piring. Satu piring bertabur keju dan susu, satu piring bertabur meises dan susu, dan satu piring lagi berisi pisang goreng original.
"Dita...sini...jangan masak terus." Teriak lea dari ruang tengah
"Nnee unnie.." jawab dita yang menuju ruang tengah dengan membawa pisang goreng.
Dita menatap satu persatu orang yang ada di ruang tengah, dengan sopan dan senyum manis mulai menawarkan pisang goreng ke setiap orang.
Setelah pisangnya habis, dita duduk di pojokan. Sedikit menghindar dari keramaian namun tetap dalam lingkaran.
Dita mengamati setiap gerak gerik orang yang ada di ruang tengah. Menikmati keriuhan yang terjadi seakan dia sedang menonton drama comedy di teve. Dan setiap kali matanya bertatapan dengan oppanya yang sedang memeluk mesra pacarnya, dita dan oppanya hanya bisa saling melempar senyum.
Dita senang menghabiskan waktu dengan mereka, namun kebiasaan minum minum mereka membuat dita sedikit tidak nyaman. Segala macam minuman ada, dan baunya membuat dita pusing. Sehingga seringkali dita lari menyibukkan diri di dapur setiap teman temannya mengajak berkumpul.
Dita lebih suka bau masakan dan kue yang habis dipanggang.
Malam semakin larut dan semua orang sudah mabuk berat, mereka bergelatakan sembarangan dengan sedikit meracau.
Dan seperti biasa, setelah mereka berhenti membuat kegaduhan, mabuk, dan tidur tak sadarkan diri, dita mulai sibuk membersihkan piring, gelas, dan botol minuman.
Dita menata botol minuman menjadi satu, memilah sampah yang ada, serta mencuci piring dan gelas.
"Ada yang perlu dibantu?"
"Gomawo oppa....tapi tidak perlu...semua sudah beres." Dita mengusap tangannya yang basah dengan tissue kemudian mengambil tas dan coat nya.
"Apa kau mau pulang sekarang?"
"Nnee...."
"Aku antar ya..."
"Tidak perlu...aku bisa pulang sendiri"
"Tapi....lea masih terlelap dalam tidurnya."
Pandangan dita mengarah ke lea yang tertidur dengan nyenyaknya di sofa.
"Ayo aku antar" seokjin meraih tangan dita
"Oppa...tidak usah...nanti irene sunbae mencarimu."
"Sttttt....tidak ada penolakan...kamu sudah kuanggap sebagai adikku. Ini sudah malam, bagaimana kalo terjadi sesuatu padamu gimana?" seokjin masih menggemgam erat tangan dita.
"Oppa...nanti kalo sial gimana?"
"Sial apa?"
"Kalo keciduk dispatch gimana?"
"Ga bakal...aku jamin." Jawab seokjin
"Baiklah." Jawab dita menyerah.
Seokjin mengambil kunci mobil dari meja tv dan menggandeng dita menuju tempat parkir.
KAMU SEDANG MEMBACA
Unconditionaly Love [Complete]
Fiksi PenggemarCinta atau bukan, semuanya sudah terjadi. Dan sebagai orang dewasa, aku harus mempertanggung jawabkan akibat daŕi perbùatan yang suďah aku lakukan
![Unconditionaly Love [Complete]](https://img.wattpad.com/cover/323788193-64-k696060.jpg)