"Serius ini mah Lo harus di ruqyah biar sadar." Joyul menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan sahabatnya, Winter.
Sekarang, mereka bertiga sedang kumpul di rumah Joyul. Dan lagi berusaha menyadarkan sahabatnya yang bego banget ini. Dari tadi Winter cuma diem aja, Ningning yang udah ngobrol panjang lebar pun capek sendiri, dan akhirnya Joyul turun tangan.
"Lo butuh bukti berapa? Gue kasih." Tanya Joyul, menyalakan ponselnya dan membuka galeri.
"Nih, pacar Lo lagi mabok tuh sambil pegang-pegang pinggang cewek lain, ini jam satu pagi. Waktu Lo lagi bobo cantik, eh pacar Lo lagi main-main sama cewek lain." Joyul dengan nada yang terdengar tidak suka, menunjukkan foto yang dimaksud ke Winter.
Winter merebut ponsel Joyul, men-zoom foto itu agar wajah si cowok lebih jelas, dan emang benar, itu Veno.
Joyul merebut kembali ponsel miliknya, lalu menunjukkan foto lain, "ternyata Kak Karina, Kak Yena sama Kak Gisel itu udah kenal sama si Veno dari lama. Dari awal MOS dan mereka temenan, sering ngumpul di kelab juga."
Winter melihat ponsel Joyul, disana terlihat Veno, Karina, Yena dan Gisel berfoto bersama di kelab dengan teman-teman yang lainnya juga. Di foto itu terdapat tanggal, 12 Januari satu tahun yang lalu.
Ningning memukul-mukul pelan kedua pipi Winter, "sadar ayo sadar." Ucapnya.
"Kenapa Lo engga percaya sama ucapan Kak Karina waktu di kantin kemarin?" Tanya Joyul, mematikan kembali ponselnya dan duduk di sebelah Winter.
Terlihat Winter memijat pelipisnya, "gue sama Veno udah kenal satu tahun, sedangkan gue sama Karina baru beberapa bulan doang."
"Kak Karina sama Veno mereka juga udah kenal satu tahun lebih kok." Balas Ningning, membuat Winter menganga.
Benar juga! Kok baru kepikiran?!
"Greget gue!" Teriak Joyul.
"Gue harus gimana??" Winter menarik rambutnya ke belakang, memejamkan matanya berusaha mencari solusi untuk masalahnya kali ini.
"Awalnya, gue juga mikir engga mungkin Veno kayak gitu, tapi waktu di halte gua ketemu sama dia dan Kak Yena, mereka ngobrol dan kelihatan akrab." Joyul mulai cerita yang memang belum di ketahui oleh Winter.
"Setelahnya, Kak Yena bilang sesuatu ke gue dan gue dianter pulang sama dia. Besok-besoknya Kak Yena berusaha buat deket sama gue, dan dia berhasil. Kak Yena dengan pelan-pelan ngasih tahu gue yang sebenarnya terjadi. Dan foto-foto tadi itu dari Kak Yena."
"Terus? Kenapa Lo engga kasih tahu gue?"
Joyul berdecak kesal, "Lo nya aja yang engga mau tahu, gue sama Ningning udah berapa kali lho Win, tapi Lo selalu bilang, 'engga mungkin' gitu."
Winter terdiam, ia baru menyadari sifatnya sekarang. Memang benar kan? Jatuh cinta itu bisa bikin orang bego, contohnya neng Winter Gladis ini.
"Lo aja engga tahu kan si Joyul udah pacaran sama Kak Yena dari seminggu yang lalu?" Tebak Ningning tepat sasaran.
Winter mengerutkan keningnya, "serius??"
"Iya, Lo terlalu sibuk sama dunia Lo sendiri, sampai sahabat sendiri udah punya pacar Lo engga sadar, padahal Kak Yena sering banget ke kelas kita." Jawab Joyul.
Winter memegang kedua tangan Joyul, "gue minta maaf." Ucapnya serius.
Joyul menghela nafasnya, lalu mengangguk. "Gapapa, sekarang Lo harus berubah okey?"
KAMU SEDANG MEMBACA
It's Only About US
Romance→_→ when K fell first but W fell harder. Grey, 2022
