Suara bunyi alarm memenuhi ruangan kamar tidur, seorang wanita terbangun dan mematikan alarm itu. Ia menggeliat kecil lalu membalikkan tubuhnya dan menatap wajah seseorang yang tidur di sebelahnya, memeluknya erat sepanjangan malam.
"Karina." Winter menekan-nekan pipi Karina yang masih tertidur, matanya terbuka perlahan, kedua mata itu terlihat merah.
"Pagi sayang," Karina mencium kening istrinya. "Boleh aku tidur sebentar lagi?"
Winter mengangguk, sebenarnya dia juga mau tertidur lagi dengan pelukan erat di sekeliling tubuhnya, mendengarkan detak jantung Karina yang membuatnya merasa tenang, namun ia harus menyiapkan sarapan dan membersihkan rumah. Akhirnya Winter pun bertanya, "sarapan pagi ini sama nasi goreng ya? Kemarin masih ada sisa nasi."
"Iya."
Winter pun mencium pipi Karina berulang kali, mencoba mengisi energinya lewat ciuman itu.
Yang katanya masih mengantuk itu tidak menolak, malahan Karina sengaja mengangkat tubuh Winter ke atas tubuhnya sendiri. Ia memeluk erat tubuh mungil yang berada di atasnya. Tangannya pun turun ke bawah, "ayo olahraga pagi, sehat lho." Karina berbisik dengan suara khas bangun tidurnya.
Winter tahu yang Karina maksud adalah olahraga yang lain, ia pun tertawa dan mengecup bibir Karina dengan cepat lalu turun agar tubuhnya lepas dari pelukan Karina.
"Engga ada jatah ya pagi ini." Katanya sambil keluar dari kamar, ia tertawa lagi saat mendengar rengekan Karina.
•~•
"Alkala Hermawan." Ini sudah ketiga kalinya Winter membangunkan anak semata wayangnya itu. Namun bukannya bangun Kala malah menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya.
Winter menghela nafas, kebiasaan Karina itu turun ke anaknya, susah sekali untuk dibangunkan!
Akhirnya Winter menarik paksa selimut itu, ia menarik nafas, "KALA BANGUN ENGGA?!" Nahlohh, sifat ibu-ibunya keluar nih.
Kala pun langsung terbangun tegak, dan menatap Winter dengan mata yang tertutup.
"Bunda, boleh aku tidur sebentar lagi?" Lihat kan? Anaknya ini sangat mirip dengan Karina.
Winter menghela nafasnya kembali, karena kemarin Karina dan Kala menonton bola sampai jam tiga pagi yang berakhir pagi ini sulit sekali di bangunkan. Kemarin juga Yena dan Gisel mampir ke rumahnya, terus ada mertuanya juga alias Pak Hyunki juga mampir ke rumahnya; menonton bola bersama.
Bisa terbayangkan betapa berisiknya kemarin malam?
Akhirnya Winter meninggalkan kamar anaknya dan pergi menuju dapur, menyiapkan sarapan untuk mereka bertiga.
•~•
30 menit berlalu, Winter sudah beres masak nasi goreng, membuatkan kopi untuk Karina dan mencuci piring. Tinggal membereskan rumahnya.
Wanita itu duduk di sofa, nanti saja membangunkan Karina dan Kala karena pasti mereka masih ingin tidur. Matanya melihat satu album foto yang tersimpan di bawah meja. Winter tersenyum dan mengambil album foto itu.
Foto pertama, dan Winter langsung tersenyum lebar melihatnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.