𝙏𝙮𝙥𝙤?
Kini terdapat dua pemuda yang tengah duduk berhadapan. Suasana di antara mereka sangat canggung, dengan pemuda berambut putih yang menatap tajam, dan pemuda berambut merah yang tampak gugup.
Hanya ada keheningan yang melanda.
"... Jadi, Akabane-kun, ya?" tanya Rei setelah keheningan yang cukup lama.
"H-ha'i.." jawab Karma gugup.
"Temannya (Name)?" tanya Rei lagi.
"Ha'i, saya temannya.." jawab Karma dengan wajah yang.. Entahlah. Ia merasakan hal aneh saat mengatakan kata 'teman'.
"Yakin cuma teman?"
"..?!"
"E-entahlah.." jawabnya. Aneh sekali, padahal selama ini Karma selalu santai dan bicara semaunya saat berhadapan dengan orang lain, tapi saat berhadapan dengan dengan orang di depannya kali ini ia jadi gugup dan berbicara sopan.
"Kenapa kau aneh gitu? Apa aku terlihat menakutkan?"
"Tidak, hanya saja.."
"Ah benar juga, aku Kurokawa Rei. Kakak (Name)."
Karma menegakkan kepalanya yang sedikit tertunduk begitu tau bahwa orang di depannya ini adalah kakak (Name). Ia tak pernah tau kalau (Name) memiliki seorang kakak, karna (Name) sendiri tidak pernah menceritakan tentang kakaknya.
Karma langsung berusaha bersikap sesopan mungkin di depan Rei.
'𝘈𝘬𝘶 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘴𝘦𝘥𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘪𝘪𝘯𝘵𝘦𝘳𝘰𝘨𝘢𝘴𝘪 𝘱𝘰𝘭𝘪𝘴𝘪..' batin Karma selama Rei terus menanyainya dengan berbagai macam pertanyaan.
Cukup lama dia diinterogasi oleh Rei, detak jantung Karma sudah tak karuan, ia berteriak dalam hati.
Tak lama, setelah selesai menginterogasi Karma, Rei kembali meminum teh hijaunya yang sempat diabaikan.
Ia menatap intens pemuda berambut merah yang tampak salah tingkah diseberangnya ini.
"(Name) sedang tidur." kata Rei.
"Eh? Ya?" tanya Karma yang belum selesai mencerna ucapan Rei.
"(Name) sedang tidur dan tidak boleh diganggu, jadi kau bisa menjenguknya lain waktu." ucap Rei tersenyum yang sebenarnya mengusir dengan cara halus.
Karma yang mendengarnya pun sweatdrop. '𝘈𝘬𝘶 𝘥𝘪𝘶𝘴𝘪𝘳?'
"Haha, kalau begitu saya pamit dulu, Kurokawa-san. Maaf mengganggu, saya akan datang lagi lain waktu." kata Karma berusaha sesopan mungkin.
Rei mengantar Karma sampai keluar pintu utama memastikan pemuda itu benar-benar akan keluar dari apartemen (Name).
Karma membungkukkan tubuhnya sopan sembari berpamitan pada Rei, ia segera pergi dari apartemen (Name) dengan detak jantung yang tak karuan.
"Jadi dia yang namanya Karma, cukup meyakinkan." ucap Rei.
***
Sore harinya, (Name) yang sudah terbangun dari tidur nyenyaknya beranjak dari kasurnya. Gadis itu keluar dari kamarnya guna meregangkan tubuhnya.
Tubuhnya sudah lebih baik dari sebelumnya walaupun ia masih merasa pusing.
Gadis itu berjalan keluar kamarnya sampai dia mencium aroma masakan dari dapurnya.
(Name) melangkahkan kakinya menuju dapurnya dan mendapati Rei yang sedang memasak, Rei yang menyadari kehadiran (Name) mengalihkan perhatiannya sejenak dari masakannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Little Killer || Ansatsu Kyoushitsu x Reader || [SLOW UPDATE]
Genç Kurgu𝙰𝚗𝚜𝚊𝚝𝚜𝚞 𝙺𝚢𝚘𝚞𝚜𝚑𝚒𝚝𝚜𝚞 𝙵𝚊𝚗𝚏𝚒𝚌𝚝𝚒𝚘𝚗 Tentang (Fullname). Seorang pembunuh muda yang dimintai bantuan dari pemerintah untuk membunuh monster bertentakel. Untuk itu dia harus bergabung dengan kelas E. Kelas yang disebut 'kelas bua...
![Little Killer || Ansatsu Kyoushitsu x Reader || [SLOW UPDATE]](https://img.wattpad.com/cover/310003775-64-k106101.jpg)