Chap 35. Masa lalu (1)

219 23 0
                                        

Kelas E terdiam setelah mendengar keseluruhan cerita dari Koro-sensei, seketika muncul perasaan tidak rela untuk membunuh guru mereka ini.

Koro-sensei lalu menoleh kepada (Name).

"(Name)-san, kamu punya sesuatu yang harus kamu jelaskan juga."

(Name) tersenyum.

"Padahal aku berniat untuk tetap merahasiakan ini selamanya, tapi sepertinya aku juga tidak punya pilihan lain." ujar gadis bertentakel itu.

Ia menyibak rambutnya, mengeluarkan semua tentakelnya dari punggungnya, totalnya ada enam tentakel, masing-masing berwarna kuning dengan gradasi kemerahan di ujungnya.

Semua orang terpaku melihatnya.

"Seperti yang kalian lihat, aku juga punya tentakel. Tentakel yang sama seperti yang dimiliki Koro-sensei, Itona, dan Kaede. Hanya saja..." (Name) terhenti sejenak.

"Hanya saja?" tanya Kataoka.

(Name) menatap Koro-sensei, Itona, dan Kayano bergantian.

"Berbeda dari Itona dan Kaede yang tentakelnya masih bisa dilepas.. Tentakel ku sudah tidak bisa dilepaskan." ungkap (Name) yang mengejutkan semua orang.

"Apa? Kenapa begitu?" tanya Nagisa.

"Aku mendapatkan tentakel ini 5 tahun yang lalu, jauh sebelum Koro-sensei. Jadi, tentakel ini sudah menyatu dengan saraf-saraf di tubuhku, melepasnya cukup mustahil."

"5 tahun yang lalu, 3 tahun sebelum Koro-sensei ditangkap oleh para peneliti itu. Akulah kelinci percobaan pertama mereka, saat itu aku masih berusia 10 tahun..."

***

Ruangan itu dipenuhi oleh berbagai macam alat elektronik yang ia tidak tahu apa fungsinya, begitu dirinya membuka mata hal yang ia lihat pertama kali adalah sekelompok orang dengan pakaian khas peneliti yang memakai masker di wajah mereka.

"Dia sudah bangun." ucap salah satu dari peneliti itu.

'Dimana aku?'

Matanya menelisik seisi ruangan itu, catnya didominasi oleh warna putih, tidak ada jendela atau ventilasi udara, ia mencoba menggerakkan tangannya, ah, ia baru menyadari kalau seluruh tubuhnya diikat di sebuah kursi yang terpasang banyak alat.

Ia berusaha mengingat-ingat tentang apa yang sudah terjadi sebelumnya, kepalanya terasa sakit saat berusaha mengingatnya, sepertinya kepalanya menerima benturan yang cukup keras.

Sampai kemudian seorang pria, mungkin ketua peneliti ini, memasuki ruangan.

Mereka membicarakan hal-hal yang tidak ia mengerti.

Kemudian, pria yang diketahui adalah ketua dari kelompok peneliti itu mendekati dirinya yang terikat di kursi.

"(Fullname), nama dari seorang gadis yang akan menjadi bahan percobaan kami."

Gadis yang bernama (Fullname) itu menatap pria asing di depannya dengan tatapan bingung, percobaan? Percobaan apa? Sebenarnya apa yang terjadi? Tidak adakah satu orang pun yang ingin menjelaskan kepadanya?

Pria itu lalu berjalan keluar ruangan. Sebelum ia benar-benar keluar dari ruangan, salah satu peneliti memanggilnya.

"Ano, ketua Yanagisawa! Akan kita apakan mayat kedua orang tua gadis ini?"

Yanagisawa hanya menjawab pertanyaan itu dengan acuh, "Bakar atau buang saja ke laut, mereka sudah tidak berguna." lalu ia keluar dari ruangan itu.

Manik (Name) membulat sempurna, ia ingat sekarang.

Little Killer || Ansatsu Kyoushitsu x Reader || [SLOW UPDATE]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang