Chap 27. Panggilan mendadak

439 39 5
                                        

Hari ini adalah hari terakhir camp musim panas serta hari terakhir liburan pembunuhan kelas E. Di hari terakhir itu, kelas E memutuskan untuk menghabiskan waktu yang tersisa di pulau.

Sampai tiba Koro-sensei mengajak mereka semua untuk melakukan uji nyali.

"Uji nyali? Sekarang?" tanya Nagisa.

"Iya! Ini kegiatan yang bagus saat malam musim panas, bukan?" ujar Koro-sensei antusias.

"Palingan Koro-sensei hanya ingin bersenang-senang, kan?" celetuk Karma. (Name) yang duduk di sebelahnya mengiyakan.

"Berbeda dengan kalian, sensei terkurung terus tahu! Padahal kita sedang berada di pulau tropis!" seru Koro-sensei protes.

Kelas E berbincang-bincang membicarakan uji nyali yang ingin Koro-sensei lakukan dengan mereka.

"Uji nyali ya?" gumam (Name).

"Kau tertarik?" tanya Karma.

"Bisa dibilang iya, aku cukup tertarik dengan hal-hal yang berbau horror."

Pada akhirnya kelas E menyetujui ajakan Koro-sensei. Tanpa mengetahui niat terselubung dari guru mereka tersebut.

***

Kini mereka ada di depan Gua yang akan mereka gunakan untuk lokasi uji nyali mereka. Mereka akan masuk secara berpasangan, laki-laki dan perempuan.

Mari kita fokus pada MC tersayang kita.

(Name) dan Karma berjalan beriringan memasuki Gua yang gelap itu, Karma membawa satu senter untuk menerangi jalan mereka.

Perjalanan mereka terasa sangat hening dan gelap, hanya ada suara tetesan air dan hela napas mereka.

(Name) berjalan menelusuri sekeliling Gua, mencari sesuatu yang mungkin menarik perhatiannya. Gerak-geriknya itu menarik perhatian Karma.

"(Name)-chan." panggil Karma di sela-sela perjalanan mereka.

(Name) menyahut, "Ya?"

"Apa kau sering uji nyali seperti ini? Karna kulihat kau seperti tidak takut sama sekali." tanya Karma. Mendengar itu (Name) memandang Karma.

"Dibilang tidak takut juga tidak, hanya saja dulu Rei-𝘈𝘯𝘪𝘬𝘪 sering mengajakku uji nyali disaat sedang senggang. Tak jarang ia juga dengan sengaja menakut-nakutiku selama uji nyali. Jadi aku merasa sedikit terbiasa dengan hal seperti ini.." jelas (Name), terhenti sejenak sebelum melanjutkan.

".. Apalagi uji nyali kali ini hanya di Gua biasa dan Koro-sensei lah yang jadi hantunya, kurasa tidak ada yang perlu dikhawatirkan." sambung (Name) sembari terkekeh setelahnya.

Karma mengangguk. Lalu ia kembali mendapati (Name) yang menelusuri pojok pojok Gua dengan mata penasaran nya. Jujur saja Karma merasa gemas.

"(Name)-chan, apa ada hal yang kau takuti?" tanya Karma pada (Name) yang sedang sibuk dengan kegiatannya.

(Name) meletakkan jempol dan jari telunjuknya di dagu, berpikir sejenak, "Hal yang aku takuti ya.. Entahlah, aku sendiri juga tidak tahu." jawab (Name).

"Kalau Karma-kun sendiri? Apa ada yang kau takuti?" (Name) bertanya balik.

"Entahlah, aku juga tidak tau hal yang ku takuti. Hanya saja, mungkin aku takut pada hal yang tidak menakutkan." sahut Karma sembari terus menerangi perjalanan mereka.

"Takut pada hal yang tidak menakutkan? Apa maksudmu?" tanya (Name).

"Yah, contohnya saja. Dirimu yang berbeda waktu itu." ujar pemuda bersurai crimson itu sembari mengingat moment di mana (Name) dengan kejamnya menghajar Takaoka.

Little Killer || Ansatsu Kyoushitsu x Reader || [SLOW UPDATE]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang