"𝘒𝘦𝘤𝘦𝘳𝘥𝘢𝘴𝘢𝘯, 𝘬𝘳𝘦𝘢𝘵𝘪𝘷𝘪𝘵𝘢𝘴, 𝘥𝘢𝘯 𝘶𝘴𝘢𝘩𝘢 𝘴𝘦𝘳𝘪𝘶𝘴 𝘬𝘢𝘭𝘪𝘢𝘯, 𝘴𝘦𝘯𝘴𝘦𝘪 𝘴𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘮𝘦𝘯𝘢𝘯𝘵𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘪𝘵𝘶 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢. 𝘚𝘦𝘯𝘴𝘦𝘪 𝘯𝘢𝘯𝘵𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘮𝘣𝘶𝘯𝘶𝘩𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘭𝘪𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘢𝘬𝘴𝘪𝘮𝘢𝘭!"
'𝙄𝙩'𝙨 𝙙𝙚𝙘𝙞𝙨𝙞𝙤𝙣 𝙩𝙞𝙢𝙚..'
***
Di sebuah gereja kecil terapung yang cukup jauh dari hotel, kelas E akan memulai rencana mereka.
"Jadi... Apa yang kalian semua rencanakan?" Tanya Koro-sensei.
Isogai pun menjelaskan tentang Koro-sensei yang akan menonton video yang telah diedit oleh Mimura terlebih dahulu, dilanjutkan dengan ketujuh pemenang ujian yang akan menghancurkan tentakelnya sebagai sinyal untuk memulai pembunuhan.
Setelah mendengar penjelasan Isogai, Koro-sensei tampak mengamati keadaan sekitarnya.
Tak lama, Nagisa maju untuk memeriksa seluruh tubuh Koro-sensei. Pemuda dengan surai baby blue itu sekilas melirik (Name), yang dibalas anggukan kecil oleh gadis itu.
"Apa persiapannya sudah selesai?" tanya Koro-sensei, tampaknya ia sudah tidak sabar untuk menyaksikan aksi pembunuhan murid-muridnya.
"Jangan menahan diri! Lakukanlah dengan sungguh-sungguh!" ucapnya kemudian.
"Baiklah, kami mulai ya, Koro-sensei." Okajima mulai mematikan lampu.
Selagi video ditayangkan, beberapa murid keluar masuk dari sana untuk mengecoh Koro-sensei, Koro-sensei juga kembali mengamati keadaan sekitarnya.
'𝘒𝘰𝘳𝘰-𝘴𝘦𝘯𝘴𝘦𝘪 𝘱𝘢𝘴𝘵𝘪 𝘣𝘦𝘳𝘱𝘪𝘬𝘪𝘳 𝘫𝘪𝘬𝘢 𝘏𝘢𝘺𝘢𝘮𝘪-𝘴𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘯 𝘊𝘩𝘪𝘣𝘢-𝘴𝘢𝘯 𝘥𝘪 𝘴𝘢𝘯𝘢.' batin (Name) sedikit tersenyum saat Koro-sensei melirik ke arah pintu. Gadis itu kemudian kembali memeriksa keadaan senjata yang akan ia gunakan.
"Tapi video ini sangat bagus pengolahannya, penyunting dan naratornya kamu ya, Mimura-kun?" puji Koro-sensei.
"Pengambilan gambar dan musiknya juga sangat baik, itu semakin—𝘕𝘺𝘶𝘶?"
Layar video menampilkan ketiga pemuda yang kita tahu adalah Mimura, Okajima, dan Maehara. Lalu scene berganti menampilkan Koro-sensei yang berpenampilan aneh dengan wajah yang berwarna merah muda tengah membaca majalah dewasa di sertai banyaknya tumpukan majalah dewasa di sekelilingnya.
"𝘗𝘦𝘯𝘺𝘶𝘢𝘱𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢... 𝘎𝘢𝘨𝘢𝘭."
"Gagal?!" Koro-sensei berteriak panik.
Scene kemudian berganti lagi, menampilkan Koro-sensei yang menyamar menjadi seorang wanita.
"Baca majalah dewasa dan jadi banci, memangnya kau tidak malu?" ujar Hazama memulai bagiannya.
"Memalukan sekali, di mana harga dirimu sebagai seorang guru?" tambah (Name) ikut memanasi. Koro-sensei semakin malu.
Video pun dilanjutkan dengan menunjukkan berbagai macam aib Koro-sensei hingga satu jam penuh.
***
⌛𝘚𝘢𝘵𝘶 𝘫𝘢𝘮 𝘬𝘦𝘮𝘶𝘥𝘪𝘢𝘯⌛
Koro-sensei bergumam dengan wajah pucat dan terkapar lemas. Dirinya merasa sangat malu setelah menonton aibnya sendiri selama satu jam.
"𝘛𝘦𝘳𝘪𝘮𝘢𝘬𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘵𝘦𝘭𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘰𝘯𝘵𝘰𝘯 𝘵𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘴𝘱𝘦𝘴𝘪𝘢𝘭 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘬𝘢𝘮𝘪, 𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘢𝘱𝘢𝘬𝘢𝘩 𝘢𝘯𝘥𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘢𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘴𝘦𝘴𝘶𝘢𝘵𝘶, 𝘒𝘰𝘳𝘰-𝘴𝘦𝘯𝘴𝘦𝘪?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Little Killer || Ansatsu Kyoushitsu x Reader || [SLOW UPDATE]
Teen Fiction𝙰𝚗𝚜𝚊𝚝𝚜𝚞 𝙺𝚢𝚘𝚞𝚜𝚑𝚒𝚝𝚜𝚞 𝙵𝚊𝚗𝚏𝚒𝚌𝚝𝚒𝚘𝚗 Tentang (Fullname). Seorang pembunuh muda yang dimintai bantuan dari pemerintah untuk membunuh monster bertentakel. Untuk itu dia harus bergabung dengan kelas E. Kelas yang disebut 'kelas bua...
![Little Killer || Ansatsu Kyoushitsu x Reader || [SLOW UPDATE]](https://img.wattpad.com/cover/310003775-64-k106101.jpg)