"Aku tidak tahu ini akan berhasil atau tidak, tapi aku ingin mencari tahu cara menyelamatkan nyawa Koro-sensei."
***
(Name) tengah dalam perjalanan menuju bukit setelah menemui Irina terlebih dahulu. Dalam perjalanannya ia terus memikirkan suasana tak mengenakan di kelas tadi, sepertinya cerita Koro-sensei membebani mereka.
Di sela-sela pikirannya, tiba-tiba ia mendengar keributan dari bukit tempat teman-temannya berada. Segera saja ia mempercepat langkahnya untuk memastikan apa yang sedang terjadi.
Sesampainya di bukit, ia dikejutkan dengan Karma dan Nagisa yang hampir terlibat perkelahian. (Name) mengeluarkan tentakelnya, tentakel-tentakel itu dengan segera melerai keduanya sebelum sempat adu pukul. Masing-masing tentakelnya melilit Karma dan Nagisa. Memisahkan mereka dengan mudah.
"(Surname)-san!" beberapa orang berseru lega dengan kedatangannya.
"Apa yang sebenarnya terjadi di sini?" tanya (Name), matanya menatap tajam Karma dan Nagisa yang masih di dalam lilitan tentakelnya.
Nagisa yang merinding dengan tatapan tajam (Name) menunduk, sedangkan Karma mengalihkan pandanganya ke arah lain dengan wajah yang menunjukkan kekesalan.
(Name) melirik Isogai, Isogai yang sadar ditatap pun menjelaskan kejadian yang membuat Karma dan Nagisa hampir berkelahi sebelumnya pada (Name).
Mendengar itu (Name) memukulkan tentakelnya yang menganggur ke kepala Karma dan Nagisa. Membuat keduanya mengaduh.
"Daripada bertengkar seperti anak kecil, bukankah lebih baik jika kalian menyelesaikan masalah kalian dengan kepala dingin?"
"Gomen, (Surname)-san." lirih Nagisa.
Setelah dirasa sudah cukup tenang, (Name) menurunkan Karma dan Nagisa kembali ke tanah. Ia melepaskan lilitan tentakelnya dari tubuh mereka.
"Perkelahian anak SMP? Hebat sekali." celetuk Koro-sensei yang tiba-tiba muncul entah dari mana.
"Tapi kelas ini dibuat untuk mengajarkan caranya membunuh. Gimana kalau kalian gunakan senjata ini?" saran Koro-sensei yang sudah berganti pakaian seperti petugas kepolisian. Sambil memegang senapan dan pistol di tentakelnya.
Hening sejenak.
(Name) tiba-tiba menghantamkan tentakelnya ke arah Koro-sensei yang tentu saja dengan mudah dihindari oleh gurita itu.
"Kaulah penyebab kekacauan ini, gurita sialan!" seru (Name) kesal.
"Nyunyaa!! Kenapa jadi sensei yang kena marah?!" panik Koro-sensei.
***
Kini dihadapan mereka semua terdapat dua kardus dengan dua warna berbeda yang berisi senjata dan peluru BB berwarna merah dan biru.
"Kau ingin membuat mereka bertarung menggunakan benda-benda ini?" tanya (Name).
Koro-sensei menjawab dengan imajiner lingkaran di wajahnya, "benar sekali, (Name)-san. Merah untuk yang ingin membunuhku, dan biru untuk yang ingin menyelamatkanku."
"Pertama, kalian harus mantap memilih posisi dan warna kalian. Lalu, kalian akan bertempur di gunung ini. Seluruh kelas harus menyetujui keputusan yang menang. Menang atau kalah, tak boleh dendam! Bagaimana?" jelasnya yang mengejutkan semua murid.
Mereka semua tampak tak percaya dengan usulan yang Koro-sensei ajukan.
Koro-sensei memperbaiki letak topinya, "Dengar baik-baik, sensei menghargai keputusan yang dipilih murid-murid tersayang. Aku tak suka kalau kelas jadi terpecah belah. Jika kalian sayang dengan Sensei, berjanjilah agar tak lakukan ini."
KAMU SEDANG MEMBACA
Little Killer || Ansatsu Kyoushitsu x Reader || [SLOW UPDATE]
Roman pour Adolescents𝙰𝚗𝚜𝚊𝚝𝚜𝚞 𝙺𝚢𝚘𝚞𝚜𝚑𝚒𝚝𝚜𝚞 𝙵𝚊𝚗𝚏𝚒𝚌𝚝𝚒𝚘𝚗 Tentang (Fullname). Seorang pembunuh muda yang dimintai bantuan dari pemerintah untuk membunuh monster bertentakel. Untuk itu dia harus bergabung dengan kelas E. Kelas yang disebut 'kelas bua...
![Little Killer || Ansatsu Kyoushitsu x Reader || [SLOW UPDATE]](https://img.wattpad.com/cover/310003775-64-k106101.jpg)