Chap 33. Ujian Akhir Semester 2

268 27 2
                                        

Ujian akhir semester dua tinggal sebentar lagi. Dan karena itu juga, Karma dan (Name) menjadi lebih sering menghabiskan waktu untuk belajar bersama. Atau ini hanya modus si remaja merah agar bisa terus bersama (Name).

"Nah, saatnya melihat perkembangan kalian selama setahun ini. Selanjutnya adalah pertarungan kelas. Apa kamu siap untuk menempati puncak, Karma-kun? Atau mungkin (Name)-san berniat untuk mencapai puncak lagi?" tanya Koro-sensei.

"Entahlah, orang bodoh sepertiku tak mengerti hal sulit."

"Jujur saja aku tidak ingin berharap lebih, tapi jika aku berhasil mencapai puncak lagi berarti aku memang hebat."

(Reaksi jujur Author : 👁👄👁)

"Saat UTS pertama kalian, sensei memberi kalian target masuk lima puluh besar. Sensei minta maaf untuk itu. Sensei terlalu tergesa-gesa ingin memperoleh hasil dan tidak memperkirakan kemampuan lawan kalian. Tapi, sekarang berbeda. Pikiran dan semangat kalian telah berkembang. Kalian pasti bisa menghadapi rintangan apapun dan mencapai tujuan. Kalian akan masuk lima puluh besar dengan bangga. Kalian akan bisa kembali ke gedung utama dengan bangga. Dan akan lulus dari kelas E dengan bangga." ujar Koro-sensei panjang kali lebar kali tinggi.g

(👀)

"Apa benar akan semudah itu?" tanya Sugino menciptakan tanda tanya bagi semua orang.

"Kelas A mendapat wali baru. Dan yang menjadi wali barunya..."

"Kepala sekolah, Asano Gakuhou, desu ne?" sahut (Name) melipat kedua tangannya di depan dada.

"Jadi begitu, ya."

"Jujur saja, aku tidak ingin dicuci otak oleh beliau. Karismanya yang aneh, cara mengendalikan orang dengan perkataan atau tatapan. Kemampuan mengajarnya pun setara dengan Mach 20 milik Koro-sensei." jelas Mimura membuat Koro-sensei yang mendengar itu menggigit sapu tangannya dengan takut.

"Kalau beliau yang mengajar... Mereka mungkin tidak akan bisa membantahnya."

Seperti apa yang dikatakan, kelas A saat ini sedang belajar habis-habisan dengan diajar oleh bapak lipan aka Gakuhou. Pria itu bahkan tidak membiarkan ada satupun murid yang tertinggal, mereka harus bisa mengikuti kecepatan mengajarnya.

Dengan keahlian lidahnya, kepala sekolah mencuci otak murid-muridnya untuk belajar dengan keras agar bisa mengalahkan kelas E.

Asano bahkan disuruh pulang dan belajar di rumah agar tidak mengganggu proses mengajarnya.

Di luar gedung, kelas E sedang berjalan bersama. Tiba-tiba mereka berpas-pasan dengan Asano yang menunggu mereka sambil bersandar di dinding.

"Are, Asano-kun da."

"Apa maumu? Kamu bukan orang yang suka mengintai."

Asano menarik diri dari dinding tempatnya bersandar, ia berdiri menghadap kelas E.

"Aku benci mengatakan ini, tapi aku punya permintaan." ujar Asano.

Mendengar itu Karma dan (Name) saling melirik.

"Langsung saja. Monster itu... Aku ingin kalian membunuhnya. Bukan secara fisik, tapi bunuh prinsip mengajarnya."

"Bunuh prinsip mengajar? Bagaimana caranya?" tanya Yada.

"Mudah saja. Aku ingin kalian mendominasi tempat teratas di UAS nanti. Tentunya aku di peringkat satu, tapi tak ada artinya nilai sempurna bila dari murid yang sempurna. Jika kerikil seperti kalian melampaui kelas A, maka itu akan menghancurkan prinsipnya." tutur Asano.

"Asano-kun, aku mendengar hubungan kalian yang dingin. Apa kamu ingin mendapat perhatian ayahmu dengan menolak prinsipnya?" tanya Kataoka.

"Jangan salah paham." sanggah sang mata violet, "jadilah kuat sampai kamu bisa menendang ayahmu. Itulah yang dia ajarkan padaku dan menjadi cara pandangku. Entah menurut orang lain, tapi begitulah hubungan kami. Tapi tidak bisa begitu pada murid lain. Kelas A seperti neraka saat ini."

Little Killer || Ansatsu Kyoushitsu x Reader || [SLOW UPDATE]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang