episode 18

172 18 6
                                    

Sepulang sekolah bright menunggu off di temani oleh mike dan boss. Kali ini kakaknya yang akan menjemput

Di matanya kavin terlihat sedang berjalan

"Kavin ! "

Bright berlari membuat keduanya terkejut "bright ! "

Ia berdiri di depan sebuah bangku

"Kamu mau pulang ? "

"Iya bright. Aku mau pulang "

"Sama aku aja yuk, di anterin sama phi off "

"Aku tunggu daddy aja "

Bright menunduk sedih

"Maaf ya, aku gk di bolehin bawa motor sama pho jadi kamu harus di jemput sama om dave deh "

"Enggak apa-apa kok bright. Aku tunggu daddy aja " kavin tersenyum

"Beneran ? "

Kavin mengangguk

"Iya bright "

Bright mengelus rambut kavin. Jika terlihat orang lain ia seperti mengelus angin

"Gemes banget sih pacar aku " bright tersenyum

Di belakang nya mike dan boss menatap miris

"Kavin...lo sudah bawa bright sampai ke titik ini ya...Ngomong sama lo di saat lo udah gk ada..." Mike

Off datang. Matanya menatap sekeliling ia melihat mike dan boss

"Mike, boss bright di mana ? " Tanya off saat di depan mereka

"Itu-" tunjuk boss. Off melihat dari kejauhan bright lagi tersenyum sendiri

Off menghela nafasnya

"Bright ! " Panggil off, bright pun menoleh sambil tersenyum

"Phi off "

Ketiganya menghampiri bright

"Ayo pulang. Lihat di dalam mobil phi bawa apa ? "

"Emangnya phi bawa apa ? "

"Souri bangkok"

"Souri bangkok ? Apa itu phi ? " Tanya bright bingung

"Sejenis macaron "

"Manis ya ? Enggak ah. Bright kan gk terlalu suka manis "

"Ih ini manisnya pas kok tenang aja. Phi yakin pasti nanti kamu suka "

"Ehmm ya udah deh "

"Mike, boss kami pulang dulu ya " pamit off

"Baik phi. Hati-hati di jalan "

"Baiklah "

Mereka berdua masuk mobil dan mobil pun berlalu

Di rumah mata bright menyipit menatap macaron merek souri tersebut di atas piring kecil

"Enggak ah phi, bright gk mau makan ini " ia menyingkirkan piring kecil itu

"Ish coba dulu lah. Jangan asal gk mau makan dulu aja " kesel off

"Kenapa sih kalian berdua ? " Tanya davika

"Ini mae, bright gk mau makan macaron nya "

"Kenapa bright ? Padahal ini enak loh sayang nih lihat " davika memakannya

"Emmm enak banget, coba aja satu gigitan "

Bright mengangkat macaron tersebut

"Ish makanlah ! Capek-capek nih ngantrinya malah rame banget lagi "

"Kamu antri off ? Kenapa harus antri kan tinggal bilang aja sama teman bisnis mu suruh penjaganya layani kamu dulu. yang punya teman bisnis mu kan ? "

"Iya, tapi itu dulu. Sekarang yang ngurusin itu kakak dari pemilik aslinya "

"Memangnya kemana pemilik aslinya phi ? " Bright ikutan nimbrung

"Sudah meninggal setengah tahun yang lalu karena kecelakaan bersama istrinya. Tapi kasihan mereka meninggalkan seorang anak laki-laki di bawah 1 tahun dari kamu"

"Dia anak tunggal ? " Tanya bright. Off mengagguk

Hatinya berdebar kencang secara tiba-tiba

Kenapa hatiku berdebar kaya gini ya ? Aneh...

Bright memegang dadanya membuat davika cemas

"Bright ? Kamu kenapa sayang ? Kamu gk apa-apa kan ? "

"Eh enggak apa-apa kok mae. Bright baik-baik saja "

"Beneran ? " Bright tersenyum "iya mae ku sayang "

Akhirnya bright mengigit kecil macaron nya

"Gimana ? Enak kan ? " Davika

Bright mengagguk mantap "iya. Ini enak banget ! Gk terlalu manis mae "

Bright memakan nya dengan senang hingga sudah menghabiskan 4 macaron

"Katanya gk mau karena manis, mana ? Habis 4 macaron ! " ledek off

"Hehehe enak sih phi. Beli lagi sana phi off "

"Enak aja suruh-suruh ! Beli sendiri ! " Kesal off

Bright berlari ke kamarnya sambil tertawa terbahak-bahak sedangkan davika menggeleng kan kepalanya

Malam harinya bright masih kepikiran tentang pemilik souri tersebut

"Pemilik itu punya anak di bawah 1 tahun dariku...."

"Kenapa aku terus memikirkan nya ya ? Ish ada-ada aja " bright mengacak-acak rambutnya

Bright berjalan ke balkon kamarnya dan menatap ke kamar kavin yang gelap. bright mengira kavin sudah tidur padahal kamar itu tidak ada yang menempati

Ia mengambil sebuah batu kecil lalu melemparkannya

Duk

Kena jendela. Bright berharap kavin berjalan keluar juga dan menemuinya

Namun ini ke 4 kalinya batu kecil itu di lemparkan kavin tak kunjung keluar

"Kavin udah tidur kali ya ? Makanya gk dengar "

Bright murung "ya udah deh. Gk apa-apa besok aja ketemu kavin lagi "

Ia masuk ke kamar dan menyelimuti dirinya





Happy reading all 💜💜💜

Memory [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang