episode 36

144 19 4
                                    

Dave dan min akhirnya ikutan di meja keluarga bright

"Gk apa-apa nih saya sama min di sini ? Takutnya ganggu keluarga kalian loh "

"Tenang dave, gk apa-apa santai aja. Oh iya pesan makanan kalian "

"Ok erik " Dave memanggil pelayan dan memesan makananya

Beberapa saat kemudian pesanan keluarga bright datang terlebih dahulu

"Yah makanan kita dulu nih yang sampai " ucapan erik membuat min dan dave tertawa pelan

"Santai aja. Kalian makan dulu " dave

"Bright makan yang banyak ya sayang " min mengelus rambut bright

"Iya tante " Bright mulai makan

Keempatnya menatap bright sedih. Min memegang tangan davika yang bergetar

"Percayalah. Semuanya akan baik-baik saja "

Davika mengangguk tipis. Hatinya sangat berdebar tak karuan. Ia takut rencana ini tidak berhasil. Makanan keluarga kavin sampai

Mereka pun makan bersama sambil mengobrol. Jam menunjukkan pukul setengah delapan malam

"Bright kamu mengantuk gk ? " tanya dave

"Sedikit om "

"Bagaimana kita memesan sebuah es ? Biar segar ? Om dengar di restoran ini ada es yang terkenal enak "

"Sayang ini sudah malam. Gk baik buat kesehatan bright dia kan baru keluar dari rumah sakit " tegur min

"Benar kata min. Saya tidak setuju "

"Oh ayolah sayang, erik...sekali aja. Mau kan bright ? "

Bright tidak bisa menolak dave pun akhirnya mengiyakan

"Iya om bright mau "

"Baiklah Om pesankan dulu. Kalian mau tidak ? "

"Ya udah saya mau " erik

"Ok. Biar saya aja yang pesan " Dave ke arah kasir untuk memesan es itu

Bright menatap jendela lagi menikmati malam di kota tokyo. Semakin malam malah semakin banyak orang yang berlalu lalang. Entah untuk jalan-jalan semata atau urusan lainnya

Beberapa saat kemudian dave kembali. Di sampingnya pelayan membawa pesanan mereka

"Ini dia es nya bagaimana ? Terlihat enak kan bright ? "

"Iya om "

"Ayo silahkan di coba "

mereka mulai menyuapkan es itu ke mulut begitu juga bright

"Enak bright ? "

"Enak om dave "

"Sudah om tau kamu pasti suka "

Bright memakan es itu lagi. Tanpa bright sadari semuanya menatap kearahnya. 20 menit kemudian bright sudah menghabiskan es itu

Ia mengelap mulutnya "enak om. Bright suka "

"Baguslah kalau begitu. Om senang dengarnya "

"Oh iya bright, sayang kita harus kembali ke hotel untuk istirahat. Besok kita kan mau jalan-jalan lagi " ucap erik

"Baiklah Kami juga mau ke hotel "

Erik dan dave bersalaman. Sedangkan davika dan min saling berpelukan

"Kami duluan ya "

"Iya erik berhati-hati nyetirnya "

"Siap. Kau juga dave "

"Siap "

Min mengelus rambut bright "selamat beristirahat ya sayang "

"Makasih tante.Om bright pergi dulu "

"Ya bright "

Ketiganya sudah sampai luar restoran. Erik dan davika bersiap menaiki mobil. Sementara itu bright sedang memegang kepalanya sambil menjaga keseimbangan tubuhnya. Ia tidak tahu kenapa tiba-tiba kepalanya sangat pusing

"Akh...kenapa...kepalaku sangat pusing ? Sttss..."

"Bright ayo cepat " panggil erik

Bright yang sudah tidak kuat akhirnya pingsan. Sebelum tubuhnya terjatuh ke tanah dave terlebih dahulu menahannya

"Cepat kita bawa bright ke sana ! " kata min

Dave dan erik membopong tubuh bright ke dalam mobil. Davika langsung menangis

"Hiks...."

"Yang kuat davika..."

"Aku gk tega min hiks..."

"Percayalah. Everyting's gonna be okay "

Davika mengangguk pelan sambil memeluk min

"Ayo sayang naik ke mobil " ucap erik pelan

Davika duduk di belakang untuk membawa kepala bright ke paha nya. Beliau mengelus rambut lembut sang anak

"Maafkan mae dan pho sayang....maafkan kami hiks..."

Erik mengusap air matanya sebelum menjalakan mobilnya membelah malam kota tokyo menuju tempat itu










Happy reading all 💜💜💜

Memory [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang