episode 25

157 16 0
                                    

Namun nyatanya keadaan tidak baik-baik saja, setelah 2 hari kemudian bright masuk ke sekolah

Saat berjalan di lorong anak-anak menatapnya membuat bingung bright

"Bright ! " ia menoleh ternyata yang memanggil mike di belakangnya ada boss, ohm dan fong

"Eh kalian "

"Gua kira lo gk masuk lagi " ucap fong, mereka ngobrol sambil jalan

"Gk mungkin lah gua gk masuk udah 2 hari juga. Lagian kangen juga nih gua gk ketemu kavin "

"Iya deh kangennya sama pacar doang " sindir ohm. Bright terkekeh

"Eh kasih tau sana mike " senggol boss yang bersebelahan jalannya dengan mike

"Lo aja "

"Ish lo aja mike "

Bright menengok "ada apa sih ? "

Semua terdiam "loh kok pada diam ? Kenapa ? "

"Ehm...bright...sebenarnya...ada masalah "

Alis bright menukik bingung "masalah ? Masalah apa ? "

"Ehm...itu bright...mr. mile mendapat kabar dari panitia pertandingan kalau...tim basket sekolah kita didiskualifikasi " kata mike pelan

bright terkejut

"Apa ?! Didiskualifikasi ?! " mike mengangguk

"Kenapa ? Kok bisa ?! "

"Ehm...lebih baik lo tanya mr. Mile aja deh biar tau kejelasannya "

Bright langsung berlari meninggalkan mereka

"Bright ! Tunggu ! "

Kini bright berdiri di depan kantor guru. Salah satu guru keluar

"Eh bright "

"Pak, maaf ada mr.mile ? Saya mau ketemu pak penting "

Beliau mengangguk "ada di dalam. Biar saya panggilkan "

"Terima kasih pak "

Beberapa saat kemudian mile keluar

"Mr "

"Bright "

"Mr apa benar...kalau tim basket kita didiskualifikasi ? "

Beliau menunduk, namun menjawabnya dengan anggukan tipis

"Kenapa mr ? Kok bisa ? " tanya bright bergetar

"Biar saya jelaskan "

Taman sekolah

Semuanya berkumpul di bangku taman sekolah. Bright setia mendengarkan

"Tadi malam saya dapat kabar dari panitia pertandingan bahwa tim kita didiskualifikasi bright "

"Kenapa mr ? "

"Karena..."

"Mr tolong jawab " bright gk sabar mendengarnya

"Karena masalah kamu berantem dengan arm bright "

Mata bright membulat

"Tapi mr...itu kan masalah saya dengan arm. Kenapa harus di bawa ke pertandingan segala !? " nafas bright naik turun

"Sabar bright " ohm

"Ini gk adil ! Masalah itu urusan pribadi gua sama arm ! Gk ada sangkut pautnya sama tanding ! "

"Saya sudah protes dengan pihak terkait, namun keputusan mereka tetap sama tim kita didiskualifikasi. Yang artinya tim black lah pemenangnya "

"Enggak ! Saya akan protes ke mereka ! " bright bagun langsung di tahan oleh mike dan boss

"Jangan bright " boss

"Lepasin gua ! Ini gk adil ! "

Mile menghembuskan nafasnya

"Bright cukup. Kamu gk perlu protes "

"Tapi mr "

"Gk usah bright. Tolong jangan menambah masalah lagi "

Mile pergi menjauh, Ia pusing

Sedangkan bright termenung mendengar ucapan mile

Mile adalah guru favoritnya. Ia selalu berusaha membuat mile bangga dengan permainan basketnya

Namun saat ini guru favoritnya kecewa terhadap dirinya

Fong menepuk pundak bright pelan

"Ayo ke kelas bright. Sebentar lagi bel masuk "

Dengan lemah bright melangkah kakinya ke kelas. Ia ingin bercerita

Dan satu orang yang bisa membuatnya tenang yaitu sang pujaan hati

Tapi saat masuk bangku itu kosong

Kavin kemana ? Kenapa dia gk masuk ?

Bright menghembuskan nafasnya berat. Ia merogoh sakunya mengambil handphone namun bright baru sadar handphone nya di ambil oleh davika

Sejujurnya ia bingung kenapa davika mengambil handphone nya dan selalu menyuruhnya istirahat

Bright tidak mengeluh handphone nya di ambil karena ia ingat pesan sang mae

"Kamu harus banyak istirahat dengan baik. Gk boleh main handphone terus biar cepat sembuh "

"Emangnya aku sakit apa mae ? " davika hanya tersenyum tipis

"Syutt gk perlu banyak tanya. Mau kan jadi anak yang baik untuk mae ? "

Bright menangguk semangat

"mau mae "

"Maka dari itu dengar ucapan mae ok ? Jangan banyak tanya "

"Baik mae "

Keduanya saling tersenyum namun jika di lihat dari dekat mata davika tergenang air mata

Happy reading all 💜💜💜


Memory [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang