episode 30

163 17 9
                                    

Seminggu kemudian

Hujan sangat deras saat waktu menunjukkan pukul setengah dua belas malam. Hujan tidak bisa membangunkan bright yang sangat terlelap dari tidurnya

Namun sebuah suara seperti memanggil namanya seketika mengintrupsinya untuk bangun dari tidur lelapnya

"Bright..."

"Bright...."

"Bright...."

Perlahan bright membuka matanya dan terduduk bersender di kepala ranjang sambil mengusak rambutnya

Suara itu kembali terdengar

"Bright...."

Matanya menatap sekeliling, itu seperti suara kavin

"Kavin ? Kamu di mana ? "

"Temui aku di taman bright...Aku mau ketemu kamu "

"Baiklah. Aku akan kesana "

Ia bangun dari ranjang dan berjalan menuju lemari untuk mengambil jaket dan sebuah tas punggung miliknya. Setelah selesai bright membuka pintu

Tapi pintu kamarnya tidak bisa di buka sama sekali, ia baru sadar pintu itu di kunci dari luar

"Kenapa pintunya di kunci ? "

Bright terus berusaha namun hasilnya sia-sia pintu nya tidak terbuka

"Apa...aku panggil mae aja buat buka pintu ? "

......

"Tapi jangan deh,Yang ada mae gk akan bukain pintunya apalagi sekarang di luar hujan. Astaga ! Berarti kavin kehujanan di taman ! Aku harus segera ke sana ! Tapi gimana caranya ?! "

Bright berjalan ke arah jendela

"Apa aku lewat sini aja ? "

Kemudian Ia mencari obeng di lacinya agar bisa membuka jendela tersebut

"Ketemu ! "

Dengan cepat bright berusaha membobol jendela itu, hingga tanganya terluka karena bright membukanya paksa

akhirnya jendela telah berhasil di bobol oleh bright. Belum sampai di situ ia harus mencari sebuah tali yang panjang agar ia bisa turun kebawah

Di kamarnya tidak ada tali sama sekali sampai akhirnya Bright menjadikan selimut, seprai atau apapun sebagai pengganti tali. Ia mengikatnya satu persatu hingga terbentuk seperti tali

Ia kemudian mengikatnya ke sisi ranjang dan sebagian tali buatanya itu ia lempar ke bawah walaupun tidak sampai tanah

'Tak apa yang penting itu sudah cukup' pikir bright

Ia pun bergegas turun sambil berpegangan sangat erat. Sejujurnya bright sangat takut apalagi itu sangat tinggi namun ingatnya tentang kavin yang saat ini menunggunya membuat bright berusaha melawan rasa takut nya

Sedikit demi sedikit bright turun kebawah. Perjuangannya di temani oleh hujan yang sangat deras bahkan sesekali petir menggelegar

Bright hampir sampai di bawah namun ia sadar tali buatanya sudah tidak tersisa. Hingga bright memutuskan melepaskan pegangannya

Bruk

Tubuh bright terjatuh ke tanah. Ia meringis kesakitan

"Akh..."

Bright menggeleng kuat sambil berusaha berdiri "ayo lo harus temui kavin sekarang "

Ia pun berjalan ke arah gerbang dan membukanya perlahan

"Lebih baik gua jalan aja. Kalau bawa motor pasti kedengeran "

Akhirnya bright memutuskan berjalan. Walaupun badanya sangat sakit karena jatuh tadi ia harus menahannya agar bisa ketemu dengan kavin

Setengah jam bright berjalan di tengah hujan sampai akhirnya ia sudah berada di taman. Ia masuk ke sana dan berhenti tepat di depan danau

Di hadapannya kavin tersenyum sangat manis

"Maaf ya aku terlambat "

"Enggak apa-apa. Aku baru saja sampai kok bright "

"Oh iya aku punya sesuatu buat kamu "

"Apa ? "

Bright membuka tas punggungnya, kemudian ia berlutut tepat di depan kavin

"Selamat satu tahun jadian kavin alxander "

Kavin menutup mulutnya. Di tangan bright sebuah buket bunga warna warni yang cantik mempesona matanya

"Ini...satu tahun kita jadian ? "

"Iya. Tanggal 5 juni "

Jam menunjukkan pukul tepat dua belas malam. Itu artinya tepat tanggal 5 juni mereka jadian

Kavin menangis haru "makasih bright "

Bright menarik kavin untuk ia rengkuh di pekukannya

"Sama-sama...sayang "

Di dalam hatinya Bright tidak bisa menahan rasa bahagianya karena sudah satu tahun dirinya menjadi pacar kavin

Dan juga satu tahun pula ia sudah di tinggalkan kavin untuk selama-lamanya









Happy reading all 💜💜💜

Maaf ya gk nyambung atau gimana 🙏🙏😭

Jangan lupa vote dan comment😄😄


Memory [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang