"Iya Tuan?" Katanya sopan
Swush tubuh Zara terhempas ke arah Jack, Jack pun menangkap dengan santai, dengan cara meraih segenggam rambut Zara, sontak Zara ingin merintih namun tenggorokan kan nya serasa remuk, sangat sakit bahkan untuk membuka mulutnya saja dia kesusahan.
"Siap menunggu perintah Tuan!" Ucap Jack.
"Kauu..
################################
"Kau seret dia ke ruangan eksekusi" ucap tegas Marcus, dan Jack pun tanpa banyak kata, hanya mengangguk dan menyeret Zara, masih dengan cara menarik rambutnya. Sedangkan Zara yang sudah tidak berdaya, tidak bisa melakukan apapun bahkan untuk merintih sakit pun tak bisa. Zara hanya bisa mengekspresikan kan nya dengan air mata yang terus mengalir.
Sedangkan Ara si MC kita satu ini tampaknya masih nyaman memeluk si buaya iblis kita, siapa lagi kalo bukan Xavier, saking nyamannya nih.. si Ara udah merem merem aja die tuh, nahan kantuk, tapi ya mungkin efek kelelahan plus hormon ibu hamil yang masih melonjak.. bablas dah dia kagak bisa nahan kantuk.
Srett.. dengan refleks tangan Xavier langsung melingkari pinggang kecil Ara, spontan karena melihat tubuh Ara yang lemas hingga terhuyung ke belakang.
Segera Xavier pun mengarahkan tubuh Ara ke atas, dan betapa kagetnya dia ketika melihat Ara sedang tak sadarkan diri..
"Marc, Ed! Panggil dokter, Dia pingsan!" Kata Xavier sedikit panik.
Yee.. kagak tau aja lu kalo si Ara mah cuma ketiduran. 😂
"Xav, langsung bawa ke kamar yang udah kita siapkan saja, nanti saya panggil dokternya." Ucap Edgar
Yang langsung saja di angguki oleh Xavier, sambil menggendong Ara dengan bridal style, Xavier pun menuju kamar khusus di lantai tiga.
Sedikit penjelasan tentang kamar khusus yang dibilang Edgar itu adalah, kamar yang dirombak khusus di lantai 3, yang mana terdapat 4 kamar berdampingan, yang nantinya akan di tempati oleh mereka bertiga dan tentunya Ara juga, di lengkapi fasilitas, dapur lengkap dengan kitchen set dan kokinya juga. Dan tanpa pengedap suara, dengan tujuan untuk memudahkan mereka dalam memantau Ara. Di masing masing kamar juga terdapat connecting door, untuk memudahkan akses, dan khusus di kamar Ara terdapaklt cctv tersembunyi, yang terhubung dengan handphone mereka..
Sesampainya di kamar Ara, langsung saja Xavier, meletakkan tubuh Ara di atas kasur, yaiyalah di atas kasur emang dimana lagi?!
Dan sejenak Xavier pun tertegun disaat matanya tak sengaja tertuju pada perut Ara yang sudah terlihat membuncit padahal usia kandungannya baru berjalan 7 Minggu, seketika dia teringat rencana mereka sebelumnya yang ingin memeriksakan kandungan Ara ke dokter obgyn.. mungkin besok mereka akan bicara lagi masalah waktunya.
Namun semakin menatap perut itu, semakin ia penasaran ingin menyentuhnya sebentar saja, seperti ada dorongan dalam hatinya untuk melakukan itu, hingga entah apa yang merasuki Xavier, tangannya seolah bergerak sendiri menyentuh dan membelai perut buncit Ara, dan entah kenapa perasaannya menghangat, kebahagiaan yang begitu tak bisa di jelaskan namun dapat dengan jelas ia rasakan, begitu membuncah di hatinya, apakah ini yang dinamakan ikatan batin, Ayah dan anak? Belum pernah Xavier merasa sebahagia ini hanya karena membelai perut seorang wanita. Ini adalah perasaan yang baru bagi seorang Xavier yang mungkin akan menjadi candunya suatu saat nanti.
KAMU SEDANG MEMBACA
Denyara And 3 Handsome Beast (Transmigrasi Series 1)
FantasyIni tentang Denyara Affansha, gadis cantik berusia 16 tahun, si drama queen yang hidupnya penuh dengan drama, nah saking dramaknya hidup ni cewek satu, sampe sampe dia masuk ke novel yang baru dia baca, kurang dramak apa lagi coba hidupnya.. mau ta...
