Hay semua balik lagi sama Thor disini.. ini emang gak terlalu penting sih, kalo kalian gak suka bisa langsung skip, kalo yang lagi gabut.. boleh dibaca..
Okeh btw ini bukan cerita pertama aku, aku itu udah nulis puluhan cerita aseekk.. tapi.. gak aku publish, karena apa? Karena mentok guys..
Trus setelah publish aku liat progres yang baca yah.. lumayan lah.. ada yang baca walau masih sedikit, yang berarti cerita aku ditemukan gitu.. kagak ghoib, tak kasat mata wkwkkw😂
Tapi kebanyakan yang hanya lihat aja, tanpa vote, trus tadi pagi aku bukak Wattpad, ada yang nge vote dongg.. huhu😭, Meski cuma satu.. tapi aku terhura (mengusap air mata invisible)
Terserah kalian mau bilang aku lebai Atau gimana, yang jelas aku seneng bangettt ini vote pertama aku di cerita ini.. so aku pengen berterimakasih sama yang Udah vote cerita ini.. thankyou udah vote, love banyak-banyak dari Thor ( ˘ ³˘)♥
Udah udah.. gitu aja yuk capcus ke bawah 👇
........................................................................
Okeh, dari kemarin POV nya Ara semua, jadi di chapter hari ini POVnya kita lihat dari sisi 3 ekor iblis kita.
Jadi sebelum kita sambung chapter kemarin, kita akan rewind dulu ke pertemuan pertama mereka dari POV 3ekor iblis kita.
.
.
.
.
.
Terlihat di sebuah ruangan, bernuansa serba gelap, seorang pria tampan duduk di kursi kebesarannya, dan terlihat sedang berjibaku dengan tumpukan kertas yang menggunung di meja kerjanya, sampai dering ponsel memecah keheningan di dalam ruangan itu.
"....."
"Hm"
"........"
"Berikan laporan langsung!"
"......."
"Hm"
Tut.
Panggilan singkat itu berakhir, seringaian iblis tercipta di bibir seksinya.
Ceklek
Pintu ruang kerjanya terbuka, dan masuklah dua orang sahabat senasib, seperjuangan, dan Sese yang lain.
Pria itu pun menatap tajam pelaku yang memasuki ruang kerjanya tanpa izin itu, ohh.. lihat sekarang apa yang dua orang itu lakukan, dengan tidak sovannya, mereka duduk di sofa sambil kaki di naikkan ke meja kaca yang ada di tengah sofa. Bahkan Xavier, tanpa permisi sudah mencomot camilan yang disediakan diatas meja..
"Ok tak perlu basa-basi lagi, kalian pasti sudah mendengar kabar dari para bayangan kalian kan? Menurut kalian bagaimana?" Tanya pria bermata biru yang sudah beranjak dari kursi kebesarannya menuju sofa.
Sesampainya di sofa dia pun duduk di samping Marcus.
"Kalau gak karena bayangan gue, Lo dan Marcus sendiri yang ngawasin, mungkin udah gue jadikan pajangan tuh cewek kalo dia ngaku hamil anak gue" jawab Xavier santai
"Tapi, walaupun bayangan gue berkhianat, masih ada bayangan Lo, apalagi Marcus, dia punya bawahan dan bayangan yang udah gak tertolong lagi ke solidannya, dan mereka semua juga mengatakan hal yang sama, bahwa setelah hari 'itu', dia sama sekali tidak ada kontak fisik dengan lelaki manapun, baik itu lelaki di sekitarnya, club, atau bahkan Darren .. apalagi kita lah yang pertama baginya, 99% kemungkinannya kita adalah ayah dari anak itu, tapi sperma siapa yang berhasil membuahinya? Itulah yang menjadi pertanyaan nya, karena saat itu kita melakukannya secara bersamaan.." tambahnya
KAMU SEDANG MEMBACA
Denyara And 3 Handsome Beast (Transmigrasi Series 1)
FantasyIni tentang Denyara Affansha, gadis cantik berusia 16 tahun, si drama queen yang hidupnya penuh dengan drama, nah saking dramaknya hidup ni cewek satu, sampe sampe dia masuk ke novel yang baru dia baca, kurang dramak apa lagi coba hidupnya.. mau ta...
