Waktu berlalu dengan cepat, kini usia kandungan Ara berusia 7 bulan 2minggu, banyak yang terjadi setelah pernikahan dadakan mereka, terutama pada hubungan mereka, yang menjadi sangat dekat dan lebih romantis.
Disaat perdebatan nama panggilan untuk memanggil para suaminya yang tidak ingin dipanggil tuan lagi, melainkan nama saja, Ara merasa gak sopan memanggil suaminya dengan nama saja.. hingga mereka pun sepakat untuk menggunakan panggilan, papa untuk Marcus, papi untuk Xavier, dan Dady untuk Edgar, dan Ara sendiri memilih untuk kelak di panggil bunda oleh anak anaknya.
Dan mereka juga membuat jadwal untuk tidur bergantian dengan Ara di kamar utama lantai bawah, agar lebih cepat mendapat akses keluar kalau kalau Ara akan melahirkan atau sesuatu yang tidak diinginkan terjadi, bahkan ia juga mengerahkan beberapa bodyguard tambahan dari masing masing organisasi mereka untuk shift standby di garasi, dan di beberapa titik, jika sewaktu waktu Ara melahirkan semua sudah ready.
Bukannya lebay atau gimana sewaktu check up ke dokter 2 Minggu yang lalu mengatakan sangat mungkin terjadi melahirkan atau pecah ketuban dini, itu adalah hal yang sangat normal dan sering terjadi pada ibu hamil yang sedang mengandung anak kembar, anak kembar dua saja sangat mungkin apalagi kembar tiga, tentu pasti kemungkinannya lebih besar.
Maka dari itu, mereka menyiapkan sebaik mungkin untuk kenyamanan Ara dan bayi bayi mereka, begitu pula dengan rumah sakit, rumah sakit itu adalah rumah sakit milik Marcus, dan sudah dari dua Minggu lalu beberapa orang Marcus sudah masuk disana dan menjadi bagian disana tentu untuk mengamati kondisi disana agar tidak ada hal yang tidak diinginkan, seperti pesaing bisnis maupun mafia yang lain menyusup dan berusaha menculik ataupun mencelakai Ara maupun bayi bayi mereka. Pokoknya aman terkendali.
.
.
.
.
Saat ini Ara sedang duduk di kasur, sambil menonton acara mukbang, saat ini ia sedang bersama Edgar di rumah.. tapi Edgar sedang bekerja di ruang kerjanya.
"Ihh jadi pengen.. suruh Edgar beliin ah.." ucap Ara, sambil pelan pelan turun dari tempat tidur.
Sambil memegangi perutnya, Ara pun berjalan perlahan menuju ruang kerja Edgar.
Sesampainya di ruang kerja Edgar, ketika ingin membukanya, ia mendengar Edgar sedang marah marah, dan membentak bentak lawan bicaranya.
Membuat Ara jadi mengurungkan niatnya untuk masuk, ia takut melihat amarah mereka bertiga, seramm.. apalagi Edgar, si yang paling kalem.
Akhirnya Ara bersandar di sofa dekat sana sambil mengelus perutnya, anak anaknya sangat aktif menendang dan berputar putar.. Ara sampai berpikir, apa kagak puyeng kali ya anaknya di dalam perut.. muterrr aja.. trus apa kagak saling senggol yak di dalem, kan agak ngeri coy kalo ntar yang ke senggol palaknye, ntar kek dia lagi nasibnya agak kurang gitu di mata pelajaran sering kagak mudeng gitu kalo lagi di kelas.. kek bawaannya tuh pengen tiduuuuurrr aja.. kelasnya angker kali ya..
"Lama banget, ketuk aja kali ya? Ah ketuk aja deh!" Putus Ara.
Tok tok tok, Ara pun mengetuk pintu ruang kerja Edgar.
"Masuk!!" Bentak Edgar, yang membuat Ara terkejut, Ara pun hanya mengelus elus dadanya lalu perutnya.
Ceklek
"Sayang.." ucap Ara, begitu masuk, ia pun melihat 3 orang pria dengan perawakan tinggi kekar dan 2 wanita yang bodynya proporsional, mereka berpakaian serba hitam, masing masing membawa Sajam dan senjata api.
Edgar yang melihat Ara, seketika raut wajahnya berubah lembut. "Sayang.." Edgar menghampiri Ara yang masih di depan pintu.
"Hey! Kok kesini? Yuk duduk sini nanti kamu capek berdiri.." ucap Edgar sambil menggiring Ara duduk di kursi kebesarannya, dari sini Ara bisa dengan jelas melihat kelima orang itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Denyara And 3 Handsome Beast (Transmigrasi Series 1)
FantasyIni tentang Denyara Affansha, gadis cantik berusia 16 tahun, si drama queen yang hidupnya penuh dengan drama, nah saking dramaknya hidup ni cewek satu, sampe sampe dia masuk ke novel yang baru dia baca, kurang dramak apa lagi coba hidupnya.. mau ta...
