05. Nova Bercinta

1.7K 151 19
                                        

Nova menyesal pernah berpikir bahwa menjadi Mahasiswa Semester Akhir itu enak, hanya tinggal menunggu hari kelulusan tiba. Nyatanya, hal ini membuatnya menjadi manusia super sibuk. Jadi stress juga karena skripsi tak kunjung jadi.

Disaat-saat seperti ini sangat dibutuhkan sesuatu yang dapat membuat pikiran kembali fresh. Jelas bukan pacar, justru pacar hanya akan membuat kemumetan bertambah. Tentu saja yang membuat pikiran Nova kembali segar hanya Jisoo seorang.

Percuma berjam-jam berkutat dengan laptop jika otaknya sedang tidak dapat berpikir tidak akan dapat apa-apa, hanya buang waktu saja. Lebih baik pergi  keluar terlebih dahulu, mencari udara segar, siapa tahu saja nanti dapat inspirasi dari luar.

"Bunda gak mau ke mana-mana kan? Nova mau pergi soalnya." sebelum pergi, Nova memastikan terlebih dahulu apakah Bundanya itu memiliki acara atau tidak.

Omong-omong kondisi Rian telah membaik sejak beberapa hari yang lalu, dia juga sudah masuk kerja dan kembali tinggal di kontrakannya yang letaknya dekat dengan tempat kerjanya. Meski begitu yang namanya ibu tetap khawatir pada anaknya, apalagi anaknya itu baru saja sembuh. Saat hari pertama Rian kembali ke kontrakan, Bunda menginap di sana, beliau memastikan Rian makan tepat waktu dan istirahatnya cukup. Hari-hari berikutnya Bunda datang ke kontrakan Rian di waktu-waktu tertentu seperti waktu sarapan, beliau datang ke sana memastikan Rian sarapan dengan benar. Lalu waktu Rian pulang dari tempat kerja, beliau memastikan putranya itu pulang tepat waktu dan tidak lagi mencoba yang namanya melembur.

Bunda ke sana selalu di temani oleh Nova. Bunda mengerti bahwa putra keduanya itu tak kalah sibuk, maka dari itu sebelum mengajak pergi Bunda selalu memastikan waktu putranya itu sedang senggang. Sebaliknya, sesibuk apapun Nova selalu menyempatkan waktu jika itu untuk bundanya. Bunda adalah prioritas pertama Nova, lalu Jisoo yang kedua, mungkin yang ketiga adalah pacarnya yang masih segera.

"Enggak, Bunda gak mau ke mana-mana. Emang kamu mau ke mana?" tanya balik Bunda.

"Mau berburu," jawab Nova asal.

Bunda memukul lengan kekar putranya. "Serius ih, kalo ditanya orang tua tuh jawabnya yang bener!"

"Tau tuh, bukannya skirpsian malah mau kelayapan!" cibir Naufal.

Nova menyesal berpamitan pada sang Bunda di depan kedua adiknya. Tapi mau bagaimana lagi, Bunda sedang menonton televisi bersama Haidar dan juga Naufal, mau tak mau Nova harus siap mendapat cibiran dari mereka. Jika ada Ayah pun percuma, bukannya membela, Ayah pasti ikut-ikutan dengan mereka. Untung saja Ayah masih belum pulang kerja.

"Gue tau nih, pasti mau nyari Oreo Blackpink kan lo? Di Tiktok gue udah seliweran orang-orang review Oreo yang ada pc member blackpinknya." Haidar menimpali.

Nova tersenyum dan mengacungkan jempolnya ke arah Haidar. "Anda sangat pintar wahai adik pungut."

Haidar yang awalnya tersenyum, langsung cemberut seketika dan bersiap mengadu pada sang Bunda. "Wah, Bun, denger kan, Bun? Mulut A Nova nakal tuh, Bun, bakar aja koleksi pcnya!"

"Nova jangan gitu! Gini-gini juga Haidar hasil kerja keras Bunda sama Ayahmu," ucapan Bunda yang berhasil menciptakan gelak tawa. Nova, Haidar dan Naufal, mereka sudah dewasa, tentu paham betul apa maksud bunda.

"Makasih loh Bunda udah berkerja keras, berkat Bunda dan Ayah, Haidar dapat merasakan punya kakak durjana macam Nova Novianti." Haidar berpura-pura mengelap air mata, berakting seolah dirinya merasa terharu.

"Bun, denger kan, Bun? Masa nama Nova diganti, Bun! Padahal Bunda udah bagus-bagus kasih nama Nova, Maulana Novandra. Malah dijelekin sama dia, Bun!" Adu Nova.

PERSEGI | 00L dreamCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang