06. Perselingkuhan

1.7K 168 33
                                        

Menurut riset, rata-rata para pelajar laki-laki cenderung lebih menyukai pelajaran olahraga daripada pelajaran lainnya.

Namun tidak untuk Ananda Haidar Saputra. Jika ditanya apakah ada siswa yang membenci pelajaran olahraga, Haidar adalah jawabannya.

Sebut saja Haidar pick me, tapi sungguh dia tidak mengerti bagaimana anak-anak lain bisa sangat menyukai pelajaran ini. Katanya menyenangkan, tapi menurut Haidar ini sangat menyebalkan. Sedikit lebih baik pelajaran Matematika. Setidaknya Haidar hanya akan merasakan pusing karena tidak mengerti rumus, bukan merasakan rasa capek dan serasa akan segera menghadap kepada sang ilahi.

Lari adalah materi yang paling Haidar benci. Puncak komedi, sang guru olahraga yang baik hati menyuruh untuk berlari memutari lapangan selama 15 menit. Tidak boleh berhenti, yang berhenti atau berjalan kaki diberi tambahan waktu.

Mau tidak mau Haidar terus berlari walau rasa tubuhnya sudah tak karuan. Kakinya sudah seperti jeli, namun dia tetap memaksa berlari. Rasanya Haidar ingin menjatuhkan diri, berpura-pura tidak kuat dan sakit, tapi nanti dirinya tidak bisa berbuat jahil di kelas.

Masa orang yang lagi sakit jahil, tapi kalo tidak jahil tidak seru, tapi jika jahil nanti ketahuan dong kalau Haidar cuma pura-pura sakit. Sungguh rumit.

Semakin lama, rasa sesak di dada Haidar semakin menjadi-jadi. Tak biasanya seperti ini, Haidar rasa penglihatannya mulai buram. Berkali-kali Haidar menggelengkan kepalanya guna memperbaiki pandangannya. Hal yang tak berguna, bukannya membuat pandangan Haidar seperti semula, justru malah membuat tubuhnya oleng, dan saat itu juga Haidar tak mengingat apa-apa.

•••

Naufal setia mengipasi sang kakak yang belum juga sadar dari pingsannya. Setelah Haidar sadar nanti Naufal akan mengucapkan selamat kepadanya, karena akhirnya keinginan terbesarnya yakni mengalami yang namanya pingsan terwujud.

Bohong jika Naufal tidak khawatir. Saat salah satu teman sekelas Haidar datang menghampirinya dan memberitahu kalau kakaknya itu pingsan, Naufal langsung panik. Namun begitu sampai di UKS, dia malah jadi salting karena di sana juga ada mantan pacarnya.

Naufal sempat lupa kalau kakaknya itu satu kelas Raya.

Sebenarnya Naufal heran mengapa para teman sekelas kakaknya masih setia berada di sini. Padahal mereka bisa saja pergi sejak tadi, tak harus menunggu Haidar yang sadarnya entah kapan. Naufal ingin bertanya namun dia tidak enak, setelah menimang-nimang cukup lama akhirnya Naufal memutuskan untuk bertanya.

"Ini kenapa masih pada ngumpul di sini, guys? Gak apa-apa kali kalo kalian mau ke kelas. Soal dia tenang aja, ada gue yang jaga."

"Weh, santai aja, kita mau nunggu doi sadar. Mau bilang makasih, gara-gara dia pingsan larinya jadi udahan. Lagian enakan di UKS cuy, adem, di kelas mah kayak neraka!" jawab salah satu teman sekelas Haidar.

"Okelah kalo cowok-cowok gue gak heran, ini kenapa anak cewek-cewek juga masih nungguin dia sadar?" Tanyanya sambil menatap teman sekelas Haidar yang perempuan. Lebih tepatnya menatap Raya.

"Kita pengen tau reaksi Haidar pas tau kalo pas dia pingsan tadi dia ditangkap sama...," ucapan salah satu siswi itu terpotong karena Haidar terlebih dahulu bangun dari pingsannya. Raya bernafas lega.

"Minum dulu!" ujar Naufal sambil menyodorkan air minum yang langsung diterima dan diminum oleh Haidar.

•••

"Jawab, May! Kenapa cincinnya dibalikin?" desak Rian karena Maya tak kunjung bicara.

"Sabar, ih! Ini Si Ginanya belum selesai cerita."

PERSEGI | 00L dreamCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang