Rian sudah kembali kerja setelah lima hari mengambil cuti gara-gara hubungan pertunangannya selesai. Bunda sebenarnya tidak rela putra sulungnya itu kembali pergi ke keluar kota. Beliau ingin putranya itu tetap di sini saja. Tapi Rian sudah terlanjur memutuskan untuk pindah kerja ke sana, tidak bisa seenaknya meminta untuk pindah kembali ke tempat lama.
Mengenai hubungannya dengan Maya, Rian mencoba memulainya dari awal, memulai dari pendekatan. Sehari sebelum Rian kembali keluar kota dia dan para adiknya berdebat, lebih tepatnya dengan Nova.
"Lah, gimana caranya lo PDKT sama Teh Maya kalo lo aja jarang ketemu sama dia bahkan kayaknya gak bisa ketemu?"
Hari itu Haidar membelanya dan menyahut, "Sekarang mah cowok virtual lebih memikat dari pada cowok in realife. Cewek lebih mudah baper sama perhatian cowok lewat chat. Kunci utamanya typing lo harus ganteng A!"
Sementara si bungsu hanya diam menyimak. Lagipula semua orang sudah tahu dia tidak terlalu suka hubungan Rian dengan Maya. Dia jadi semakin tidak suka pada Maya setelah kejadian Maya memutuskan pertunangan dengan sepihak.
Sudah seminggu Rian berada di sini. Mengingat hari itu cukup membuat hatinya sedikit perih. Syukurlah Yogi tak banyak bertanya tentang apa yang terjadi, Rian pun tidak ingin membahas hal itu.
Setiap hari Rian jadi tak pernah absen mengirim pesan pada Maya. Waktu masih berhubungan Rian dan Maya jarang bertukar pesan, namun lebih sering melakukan panggilan suara. Tolong doakan, Rian sedang berusaha mengambil hati Maya.
•••
Meski sering kali berselisih, faktanya Nova dan Haidar paling nempel satu sama lain. Awalnya si bongsor sengaja menyenderkan kepalanya pada bahu sang adik, Haidar sempat protes karena keberatan, namun akhirnya Haidar juga menyenderkan kepalanya ke kepala sang kakak.
Cukup lama mereka diposisi itu, sampai Haidar pun hampir tertidur. Namun pergerakan Nova yang hendak beranjak membuatnya tersadar.
Segera Haidar kembali menarik sang kakak untuk menyender padanya seperti semula. "Diem A, gue lagi capek nih!"
"Dih, lo capek abis ngapain emang? Yang pantes ngomong capek tuh adek lo, dia dari pagi sampe malem belajar, belum lagi ngurusin tugasnya sebagai OSIS. Kerjaan lo nongkrong doang apa yang dicapein?" Sahut Nova tak bersahabat.
"Makin capek gue rasanya abis denger lo ngomong!" Haidar bersuara tanpa membuka pejaman matanya.
Hal itu berlangsung hanya dua menit, setelah itu Haidar beranjak ke kamarnya meninggalkan Nova sendiri di ruang tengah.
Nova kembali menjadi tertua di rumah dan itu rasanya sangat tidak enak. Tiba-tiba dia ingat bahwa umurnya sudah semakin dewasa, tapi belum menghasilkan apa-apa. Masalah skripsi benar-benar suatu hal yang sangat Nova tak kuasai. Kapan selesainya? Orang-orang selalu bertanya demikian.
Nova juga ingin cepat selesai. Siapa juga tidak mau cepat mendapat gelar sarjana? Orang tua tak pernah menuntutnya secara langsung, tapi Nova paham ada perintah yang tersirat.
Persetan dengan masalah skripsi pasti orang-orang sudah muak mendengarnya. Satu hal yang cukup menyita pikiran Nova akhir-akhir ini, ada yang aneh dengan Kania tapi entah apa itu. Pengalaman pertama berpacaran membuat Nova belum tahu apa yang harus dilakukan ketika mendapat situasi seperti ini. Mau bertanya pada sang kakak, hubungannya juga sedang tidak baik-baik saja. Mau bertanya pada Naufal dia masih bayi tidak mungkin mengerti, bertanya pada Haidar? Dia juga tidak punya pengamalan tapi dia cukup paham...
KAMU SEDANG MEMBACA
PERSEGI | 00L dream
Roman pour AdolescentsPersegi atau segitiga? Rian, Nova, Haidar, dan Naufal adalah empat bersaudara yang tumbuh dalam keluarga yang sama, namun mengalami perlakuan yang berbeda dari sang ayah. Rian dan Nova, sebagai kakak, sering diberi tanggung jawab lebih dan perhatian...
