22. Pemilik Cerita

681 100 4
                                        

Hai hehe...

Ada yang masih inget cerita ini?

Maaf-maaf aku sibuk banget hehe serius sibuk ga boong bukan males tapi sibuk

Kalo lupa alur bisa dibaca lagi part sebelumnya okey😉

Oke happy reading!












"Kok lo gak bilang lo adeknya Rian juga?"

Mirza tak pernah menyangka, bocah yang suka memalaknya ini rupanya salah satu adik dari sahabatnya sewaktu masa putih abu. Dunia tidak seluas itu ternyata.

"Gue aja baru tau lo temennya si Aa, bang!"

Tadi siang Haidar sempat berpesan pada Mirza, ketika Mirza sudah tidak sibuk, Haidar memintanya untuk mengabarinya, Haidar ingin bicara banyak dengannya dan hanya berdua.

Sekitar jam delapan malaman Mirza mengirim pesan pada Haidar, menyuruhnya untuk datang ke rumah. Haidar pun langsung meluncur ke sana. Motor milik Aji Haidar bawa, sementara pemiliknya tidur pulas dikamar Haidar. Oke, ini simbiosis mutualisme.

"Gak, serius, dunia sempit banget ternyata. Gue tau Rian punya adek tiga, tapi yang gue tau tuh cuma Nova, terus Naufal gue juga tau karena bocahnya suka ikut dulu kalo kerja kelompok dirumah gue. Nah sama adek Rian yang satu lagi gue gak pernah ketemu, eh, ternyata itu lo."

Haidar meresponnya hanya dengan senyum tipis. "Gak heran sih, " Ucapnya dengan nada yang sulit diartikan.

"Oh iya, Dar!" Seru Mirza hendak mengalihkan pembicaraan.

"Kenapa bisa Aa lo sama Maya putus? Maksud gue, setau gue mereka gak pernah ada masalah, hubungannya adem ayem, udah sampai tunangan juga, kok malah milih selesai sih? Alasannya apa? kepo gue! Maya gak mau cerita, mau nanya Aa lo gak enak."

"Kalau gue bilang mereka selesai gara-gara lo, gimana?" Sesuai dugaan Haidar, Mirza langsung tertawa sangat kencang, pasti dia menganggap ucapan Haidar hanya candaan semata.

"Yakali, ada-ada aja jokes lo!"

Padahal Haidar tidak bercanda. Dari reaksinya Mirza, Haidar dapat menyimpulkan bahwa pemuda yang seumuran dengan kakaknya itu belum mengetahui kesalahan pahaman itu. Artinya Mirza belum tahu bahwa yang Maya suka saat SMA itu dirinya, bukan Rian.

"Oh iya, tadi ada kerjaan apaan sama Teh Maya? Lo bilang tadi siang ada kerjaan, tapi kan ini weekend harusnya libur kan?"

"Emang libur, bukan kerjaan kantor juga, gue kan baru pindah kerja ke sini, ada beberapa hal yang harus gue urus, ada berkas yang harus gue kasih ke atasan, gue kan baru disini jadi belum terlalu kenal sama orang-orang disini, gue minta tolong Maya nemenin gue pergi ke rumah salah satu atasan gue. Sumpah cuma gitu doang kok, Dar, gue gak ngedate sama Maya bilang sama Rian!"

Mendengar kalimat terakhir Mirza, Haidar mendadak kikuk. Tampaknya Mirza tahu isi pikiran Haidar. Haidar meringis, sungguh dia tak bermaksud mengintimidasi teman kakaknya itu

"Gue gak tau alasan mereka bisa cerai gara-ga...,"

"Cerai-cerai mata lo, belom nikah mereka!"

"Yaudah bubar, bukan cerai. Yang jelas menurut gue kalo emang masih bisa diperbaiki, bisa balik lagi, balik lagi aja. Kalo berakhir gitu aja sayang. Gue sebagai saksi kisah mereka selama beberapa tahun kebelakang gak terima mereka selesai, sayang loh sama waktu yang udah mereka lewati berdua. Rian kagak selingkuh kan?"

"Kagaklah gilak, Aa gue setia!"

Mirza mengangguk setuju. "Iya gue percaya, gue tau usaha dia buat bales perasaan Maya dulu sampai akhirnya jadi cinta mati sama Maya. Maya gak usah ditanya, dia suka Rian duluan. Kalo bukan karena perselingkuhan, paling karena ketidakcocokan, atau bisa hilang rasa. Tapi kata gue gak mungkin karena tiga itu. Atau mereka gak direstuin?"

PERSEGI | 00L dreamCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang