30. Keluarga sesungguhnya

1.6K 101 2
                                        

"Makan dulu, Jang!"

Haidar yang tengah melamun langsung tersadar, lalu menatap bibi warung yang sedang menyiapkan makanan dimeja makan.

Ya sesuatu yang bisa Haidar syukuri bisa mengenal paman dan bibi warung yang sangat baik kepadanya, Haidar juga merasakan kasih sayang orang tua dari mereka. Mengapa bisa ada orang sebaik mereka?

Setelah mengetahui dirinya bukan anak kandung orang tuanya, Haidar sangat terpukul, Haidar juga bingung harus pergi kemana, keluarga saja tidak punya. Namun malah itu juga bibi warung merangkulnya, membawanya kedalam dekapan hangat, bibi warung berkata anggaplah paman dan bibi warung sebagai keluarga, mulai malam itu Haidar menjadi putra mereka.

Haidar melangkah ke meja makan, ia duduk di tengah-tengah bibi dan paman warung. Haidar benar-benar diperlakukan seperti anak kesayangan disini. Haidar tersenyum hangat, ia merasakan keluarga yang sesungguhnya.

"Makan yang banyak, kita teh kan mau perjalanan jauh. " Ucap paman.

Haidar mengangguk. Jujur saja ini terasa canggung, tapi suasana di sini sangat menghangatkan. Tatapan penuh kasih sayang tampak jelas dari pandangan bibi dan paman warung kepadanya.

•••

Rian menggabungkan lagi surat yang telah ayahnya sobek menjadi 2 bagian, ia membaca dengan seksama surat itu. Ia menemukan sebuah kejanggalan.

"Ini palsu, " Ucapnya.

Bunda tak berhenti menangis sejak tadi, ayah pun hanya diam melamun, kondisi dirumah benar-benar kacau.

Begitu pulang Rian malah mendapati kekacauan ini, ia menyesal karena tidak langsung pulang. Seandainya ia pulang lebih awal mungkin hal ini bisa dicegah terjadi.

"Ya jelas palsu, orang waktu kecil Haidar pernah donorin darahnya ke Naufal waktu Naufal sakit parah, darah Naufal sama Haidar sama, gimana ceritanya Haidar bukan anak kandung ayah bunda?" Sahut Nova.

Ya benar, dahulu kala Naufal pernah sakit anemia yang mengakibatkan dirinya kurang darah, hampir saja tak tertolong, namun karena transfusi darah dari Haidar yang kebetulan bergolongan darah yang sama dengannya Naufal bisa terselamatkan dan sekarang juga Naufal sudah sembuh setelah menjalani pengobatan. Kejadiannya saat Naufal berumur 7 tahun. Kejadian yang sangat membekas hingga sekarang, Naufal menjadi orang yang sangat menjaga kesehatan karena takut sakitnya terulang, Naufal pun bercita-cita menjadi dokter karena hal ini.

Naufal terdiam. Sejatinya Naufal dan Haidar itu terikat, namun masa remaja membuat tali mereka renggang, puncaknya akhir-akhir ini Naufal bertengkar dengannya, menghindarinya, mengasingkannya hanya karena seorang gadis.

Selama ini Naufal merasa berat harus menentukan pilihan, ternyata Haidar juga selama ini berat terpaksa harus hidup dengan pilihan darinya.

"Enggak mungkin kan Haidar sengaja bikin surat palsu, pertanyaannya Haidar dapat surat ini dari siapa?" Naufal yakin ada campur tangan orang lain.

•••

"Aji juga gak tau bang, cuma sebelumnya emang Haidar nanya pendapat Aji soal tes DNA gitu, waktu itu Aji goblok-goblokin lah, yang bener aja bisa-bisanya mikir bukan anak kandung. Setelahnya Aji gak tau tuh, tapi seinget Aji katanya Haidar mau minta tolong bibi warung buat bantuin dia tes DNA. "

"Bibi warung mana ya Ji?" Tanya Rian dari sebrang sana

"Itu tempat biasa kita nongkrong, warung depan sekolah."

PERSEGI | 00L dreamCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang