Setelah berdebat panjang dengan sang ayah kala itu, sampai sekarang Haidar masih belum bertegur sapa lagi dengan ayahnya. Haidar juga menghindari bertatapan dengan sang ayah. Hal itu disadari sang bunda, bunda pun bertanya ada apa, namun keduanya sama sama diam.
Bunda sadar betul sifat keduanya sangat mirip, tidak heran karena ayah dan anak.
Sebenarnya tidak hanya menghindari sang ayah, Haidar menghindari semua orang dirumahnya. Naufal sendiri dia memang sudah menghindari Haidar semenjak masalah touring itu. Persetan Haidar tidak peduli.
Haidar menatap tanggal di handphone nya, perasaan cemas yang sulit dijelaskan ia rasakan sekarang. Ia akan pergi tapi ia sedang menunggu kabar dari seseorang terlebih dahulu.
"Apapun hasilnya, itu bisa menjawab semua pertanyaan lo Haidar, jangan takut, oke, tenang!" Ucap Haidar pada dirinya sendiri.
Tak lama muncul notifikasi dari ponselnya, notifikasi yang ia tunggu sejak tadi. Ia langsung mengambil kunci motor dan pergi ke tempat tujuan.
Warung rumah singgah, seperti biasa Haidar pergi ke sana.
Bibi penjaga warung tampak sudah menunggu kehadiran Haidar sejak tadi. Amplop putih ditangannya, Haidar tahu betul itu amplop apa.
"Apa hasilnya bi?" Tanya Haidar, sejujurnya ia takut membuka sendiri.
Bibi menggelengkan kepalanya. "Belum bibi buka, sebaiknya kamu buka sendiri!" Ucap bibi sembari memberikan amplop putih itu pada Haidar.
Haidar menelan ludahnya. Gugup dan takut, ia memegang amplop dengan sebuah surat keterangan di dalamnya. Amplop ini berisikan hasil tes DNA yang diam-diam ia lakukan, aksinya tersebut dibantu oleh bibi pemilik warung.
Memang terlihat gila, namun Haidar benar-benar meragukan dirinya anak kandung orang tuanya. Ketidakadilan yang selama ini ia dapatkan, tentang ia yang harus selalu mengikuti kemauan Naufal, kemauannya tidak pernah didengar oleh sang ayah, membuat Haidar berpikir dirinya anak pungut. Hal ini diperkuat dengan masalah golongan darahnya, anak bergolongan darah O tidak mungkin berasal dari orang tua golongan darah A dan AB.
Ia pun menjalankan misinya setelah dihujat mati-matinya dan dianggap gila oleh Aji. Ia diam-diam mengambil rontokan rambut orang tuanya untuk melakukan tes DNA.
Kini hasil tes nya sudah keluar dan berada ditangannya. Sungguh Haidar takut membukanya, entah takut karena apa tapi sungguh Haidar merasa takut.
Haidar pun menghela nafas. Ia pun mulai mengeluarkan surat dari dalam amplop tersebut.
Ia pun membaca dengan seksama surat itu.
Tubuh Haidar mendadak lemas, jantungnya berdegup kencang, matanya mulai mengeluarkan bulir-bulir bening usai membaca surat itu. Ia tersenyum miris.
Hasilnya mengatakan, Haidar bukan anak kandung orang tuanya.
Sesuai dugaannya selama ini, namun mengapa rasanya sakit sekali menerima fakta ini.
"Bi, setelah ini Haidar harus pulang kemana? Haidar gak punya keluarga." Lirih nya sangat pilu.
•••
"Ayah, bunda mau ngomong!"
Ayah menaruh kopinya diatas meja, kemudian menatap sang istri untuk mendengarkannya.
"Ayah abis bertengkar sama Haidar ya?"
Ayah mengangguk.
"Belum baikan?"
Ayah menggeleng.
Bunda menghela nafas. "Baikan dong, gak baik marahan lama-lama apalagi marahan sama anak."
KAMU SEDANG MEMBACA
PERSEGI | 00L dream
TienerfictiePersegi atau segitiga? Rian, Nova, Haidar, dan Naufal adalah empat bersaudara yang tumbuh dalam keluarga yang sama, namun mengalami perlakuan yang berbeda dari sang ayah. Rian dan Nova, sebagai kakak, sering diberi tanggung jawab lebih dan perhatian...
